Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
CKG Ungkap Masalah Kesehatan Pelajar Karangasem, Kurang Gerak hingga Tekanan Darah Tinggi
beritabali/ist/CKG Ungkap Masalah Kesehatan Pelajar Karangasem, Kurang Gerak hingga Tekanan Darah Tinggi.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar di Kabupaten Karangasem mulai mengungkap berbagai persoalan kesehatan yang dialami siswa di setiap jenjang pendidikan. Hasil pemeriksaan menunjukkan siswa SD didominasi kurang aktivitas fisik, siswa SMP masih banyak yang belum mendapat imunisasi HPV, sementara pelajar SMA/SMK mulai ditemukan mengalami peningkatan tekanan darah.
Program CKG yang menyasar siswa SD hingga SMA/SMK ini terus digenjot Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem sebagai upaya mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Putra Pertama, mengatakan hingga kini pemeriksaan telah menjangkau puluhan ribu pelajar di seluruh wilayah Kabupaten Karangasem.
"Untuk siswa SD yang sudah menjalani CKG sebanyak 19.326 siswa dari sasaran 42.004 siswa atau sekitar 46,02 persen. Sementara siswa SMP yang sudah diperiksa mencapai 7.881 siswa dari sasaran 22.518 siswa atau 35,01 persen. Sedangkan pelajar SMA/SMK yang telah menjalani CKG sebanyak 4.746 siswa dari total sasaran 17.660 siswa atau sekitar 26,90 persen," ujar Pertama saat meninjau pelaksanaan CKG di SMAN 2 Amlapura, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Dinkes menemukan persoalan kesehatan yang berbeda pada masing-masing jenjang pendidikan.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan siswa SD paling banyak mengalami masalah kurang aktivitas fisik. Untuk siswa SMP masih ditemukan yang belum mendapat imunisasi HPV, sedangkan pada siswa SMA/SMK cukup banyak yang mengalami peningkatan tekanan darah atau tensi," jelasnya.
Menurut Pertama, CKG menjadi langkah penting untuk mendeteksi lebih awal berbagai faktor risiko penyakit, sehingga pencegahan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
"Bagi kami, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak awal, upaya pencegahan bisa dilakukan lebih cepat. Bahkan sekarang penyakit seperti diabetes mulai menyerang usia muda, sehingga pemeriksaan gula darah juga menjadi bagian dari CKG," katanya.
Pelaksanaan CKG melibatkan tim gabungan Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas di Kabupaten Karangasem. Pemerintah menargetkan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh siswa SMA/SMK dapat diselesaikan sebelum 17 Agustus 2026.
"Kami berharap dukungan dari sekolah maupun orang tua agar anak-anak rutin menjalani pemeriksaan kesehatan, minimal satu kali dalam setahun. Pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah munculnya penyakit yang kini mulai bergeser menyerang kelompok usia muda," tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Amlapura, Wayan Puja Astawa, menyambut positif pelaksanaan program CKG di sekolahnya. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan rutin menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang dan prestasi siswa.
"Program ini sangat bermanfaat bagi siswa. Selain sehat secara mental, kondisi fisik mereka juga harus dipastikan sehat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1851 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1753 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun