Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Wabup Buleleng Geleng-geleng Kepala
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Proyek Gedung Bank Buleleng yang telah rampung dikerjakan PT Guna Karya Nusantara dinilai Wakil Bupati Buleleng, Made Arga Pynatih sangat mengecewakan. hal itu diungkapkan Jumat (8/2) usai meninjau bangunan berlantai dua tersebut di Jalan Pramuka Singaraja.
“Saya masih belum puas kalau melihat bangunan itu, tapi mau apa lagi ya, pertama sudah kita tenderkan sesuai prosedur. Kemudian kedua, kita sudah awasi sangat-sangat ketat dan bahkan menimbulkan polemik di masyarakat, jadi, ya kita harus bisa memeliharnya dengan baik, saya benar-benar kecewa,“ ungkap Arga Pynatih.
Wabup Arga Pynatih didampingi Sekda Buleleng Ketut Ardha dan Direktur Bank Buleleng, Putu Sandiarta secara teliti memperhatikan setiap sudut bangunan tersebut, sesekali terlihat Wabup Arga Pynatih geleng-geleng kepala.“Saya pasti akan sikapi kalau nanti pemegang proyek ini (PT Guna Karya Nusantara, red) ikut tender lagi.
Ini sudah menyusahkan sekali bagi kita dan menimbulkan delematis yang sangat kepada pemerintah daerah,” tegas Arga Pynatih.Sementara, Direktur Utama Bank Buleleng, Putu Sandiarta mengatakan, meski dalam kondisi yang mengecewakan, gedung yang baru selesai itu akan segara ditempati. Menurut rencana penempatan itu akan didahului dengan upacara pamelaspasan. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3912 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3078 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2104 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2054 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun