Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 3 November 2026
Wagub Cok Ace Himbau Masyarakat Ajegkan Empat Pergub
Jumat, 15 Februari 2019,
21:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Denpasar. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Pitara lan Padudusan Agung di Pura Dalem Semana Desa Pakraman Demayu, Ubud, Gianyar, Jumat (15/2).
[pilihan-redaksi]
Dalam sambutannya Wagub yang akran disapa Cok Ace meminta agar krama Bali selalu bersatu dan bergotong-royong dalam melaksanakan upacara ayah-ayahan di masyarakat guna meningkatkan rasa keeratan bersaudara. Disamping itu Cok Ace juga mengingatkan krama yang hadir untuk melaksanakan Pergub Bali nomor 79 tentang menggunakan pakaian adat pada hari-hari tertentu.
Dalam sambutannya Wagub yang akran disapa Cok Ace meminta agar krama Bali selalu bersatu dan bergotong-royong dalam melaksanakan upacara ayah-ayahan di masyarakat guna meningkatkan rasa keeratan bersaudara. Disamping itu Cok Ace juga mengingatkan krama yang hadir untuk melaksanakan Pergub Bali nomor 79 tentang menggunakan pakaian adat pada hari-hari tertentu.
"Pakaian adat yang dipakai harus disesuaikan dengan pakem adat Bali, terutama pada hari rahinan," kata tokoh Puri Ubud ini.
Ia juga mengajak agar seluruh masyarakat Bali ikut meng-ajeg-kan isi Pergub Bali nomor 80 tentang aksara Bali agar terus ditingkatkan penguasaan, penulisan dan pengucapannya dalam sastra Bali dan hal ini harus diikuti oleh pengusaha yang ada di seluruh Bali.
Cok Ace juga meminta agar Pergub Bali nomor 97 diterapkan dengan meminimalisir penggunaan sampah plastik terutama sedotan plastik, tas kresek plastik dan penggunaan styrofoam. Selain itu Cok Ace juga menyampaikan Pergub Bali nomor 99 tentang penggunaan buah lokal, yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan warga lokal Bali, sehingga hasil panen yang mereka miliki akan terdistribusikan dengan jelas, sehingga akan terjadi hal yang saling menguntungkan antara petani dengan pembeli.
Sementara itu, Bendesa Adat Demayu I Ketut Swamba mengatakan Karya ini dilaksanakan pertama kali setelah 40 tahun lamanya, sebagai rasa bakti terhadap Ida Sang Hyang Widhi atas perlindungan dan kehidupan yang dianugerahkan kepada masyarakat setempat khususnya.
[pilihan-redaksi2]
Sebuah upacara dilaksanakan yang diawali dengan adanya ketidakharmonisan antara sekala dan niskala, sehingga perlu dibangkitkan melalui sebuah upacara sebagai sarana menyeimbangkan keadaan bhuwana agung dan bhuwana alit. Pura Dalem Desa Pakraman Demayu ini merupakan Pura Kahyangan Tiga yang diempo oleh 4 banjar.
Sebuah upacara dilaksanakan yang diawali dengan adanya ketidakharmonisan antara sekala dan niskala, sehingga perlu dibangkitkan melalui sebuah upacara sebagai sarana menyeimbangkan keadaan bhuwana agung dan bhuwana alit. Pura Dalem Desa Pakraman Demayu ini merupakan Pura Kahyangan Tiga yang diempo oleh 4 banjar.
Dimana dalam melaksanakan karya ini warganya secara bergotong royong dalam menyambut karya tersebut. Pelaksanaan karya ini telah dimulai dari tanggal 11 Desember 2018 dan akan disineb pada tanggal 2 April 2019 dengan upacara abulan pitung dina karya. Mengingat rentetan karya masih panjang maka ia berharap karya tersebut dapat berjalan dengan lancar dan dijalani dengan rukun.
Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan upacara katuran ayaban dan tawur atau pecaruan yang dipuput oleh Ida Pedanda Griya Peling Batubulan, Ida Pedande Buda Griya Batuan, Ida Jro Gede Sukawati dan Ida Dalem Semarapura. (bbn/humasbali/rob)
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 556 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 419 Kali
05
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 418 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026