Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Bangli Ini Jago Buat Senjata Berdaya Ledak Kuat

Kamis, 18 Februari 2016, 09:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Seorang warga di Kabupaten Bangli, Bali belakangan diketahui ternyata mampu merakit senjata berbahaya dan membuat takut aparat. 
 
Senjata rakitan itu dibuat oleh Komang Adi warga Desa Batur Selatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali dari sebuah pengembangan mercon spiritus yang memiliki daya dorong dan ledak cukup kuat sehingga dinilai bisa membahayakan keselamatan orang lain. 
 
Lantaran dinilai berbahaya dan demi keselamatan, pihak TNI akhirnya memohon kepada perakitnya agar senjata rakitan miliknya diserahkan untuk sita aparat.
 
Penyitaan senjata berbahaya itu langsung dilakukan Dandim 1626/Bangli Letnan Kolonel Inf Agus Wahyudi Irianto dengan melakukan pendekatan dan silahturami ke rumah Komang Adi sejak Selasa 16 Februari 2016 lalu. 
 
Sebelum melakukan pendekatan dan penyitaan senjata rakitan itu, Dandim Letkol Agus awalnya mendengar informasi bahwa Komang Adi memiliki senjata rakitan yang cukup membahayakan dan membuat resah warga. Akhirnya beberapa warga menyampaikan kepada Serda Hendri Prasetyo yang merupakan anggota Unit Inteldim 1626/Bangli. 
 
Akhirnya dilakukan penyelidikan dan pendekatan persuasif kepada pemilik senjata rakitan tersebut sehingga yang bersangkutan akhirnya bersedia menyerahkan senjata yang membuat gempar warga tersebut.
 
Dalam keterangannya kepada aparat TNI, perakit senjata yakni Komang Adi mengaku memiliki senjata rakitan dengan kaliber amunisi kelereng dengan daya dorong menggunakan gas yang berasal dari bahan spiritus. Ngerinya, kemampuan senjata bikinan Komang Adi itu ternyata mampu menembus plat atau kaleng/seng dengan jarak 5-10 meter.
 
"Setelah kita dalami tentang kepemilikan senjata, bahwa yang bersangkutan tidak ada indikasi kearah kriminal atau yang lainnya," ujar Letkol Agus, Kamis (18/2/2016).
 
Dari pengakuan Komang Adi, dirinya membuat senjata hanya sekedar iseng. Ia mengaku mengembangkan keberadaan mercon spiritus yang selama ini banyak beredar bebas di masyarakat saat menyambut tahun baru, Nyepi, Galungan dan Kuningan. 
 
"Itu (senjata rakitan) sangat berbahaya. Dilihat dari daya ledak dan dorongnya cukup kuat," jelas Letkol Agus. 
 
Kini, setelah negosiasi dengan memberikan wawasan tentang hukum kepemilikan senjata api ilegal serta kondisi negara saat ini, serta adanya ancaman teror, akhirnya pemilik senjata rakitan itu bersedia menyerahkan senjata rakitan ke Kodim1626/Bangli. 
 
 
Senjata rakitan itu akhirnya langsung diserahkan oleh pemiliknya kepada Dandim 1626/ Bangli yang juga didampingi Danunit Inteldim 1626/Bangli.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami