Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Warga Desa Celuk Putuskan Kubur Sendiri Jenazah Covid-19
Tak Kebagian Petugas Penguburan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk mengubur jenazah lansia positif covid-19 di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Kamis (19/8) malam. Hal ini lantaran pihaknya tidak mendapat bagian petugas penguburan.
Pihak keluarga sebelumnya mempertanyakan koordinasi Satgas Covid mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Perwakilan keluarga, Agus Aristya mengatakan koordinasi Satgas Covid di Gianyar buruk.
Dijelaskan, setelah nini (neneknya, red) dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan di RSU Ganesha Celuk sudah didatangi oleh Satgas Desa dan Babinsa.
"Katanya penanganan penguburan harus mengikuti protokol Covid. Maka dari itu kami sudah koordinasikan dengan hasil keputusan untuk penguburan segera," jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (20/8).
Seketika itu pula, keluarga langsung mempersiapkan sarana upakara dan membuat bambang (liang lahat). Namun, keluarga dibuat kebingungan karena dikatakan tidak kebagian petugas penguburan.
"Kita disarankan mengubur sesuai prokes, tapi kita tidak dapat pelayanan itu. Kok seperti ini di Gianyar," ujarnya bertanya-tanya.
Keluarga semakin heran karena diminta untuk mengubur sendiri jenazah Covid tersebut. Dengan terlebih dahulu mengambil Alat Pelindung Diri (APD). Menurut Agus, koordinasi ini semakin buruk. Sebab baru dikabari saat malam hari.
"Kenapa tidak dari awal dikasi tahu kalau petugas habis dan bisa dari keluarga yang mengubur? Kan kami tidak perlu menunggu sampai lama begini, ujung-ujungnya tetap tidak kebagian petugas," ujarnya kesal.
Yang membuat keluarga tambah kesal karena liang kubur sudah terlanjur digali. Sesuai kepercayaan umat Hindu, pantang membatalkan penguburan ketika lubang sudah disiapkan.
"Makanya kami keluarga ambil risiko. Kami ambil APD, memberanikan diri melalukan penguburan sesuai prokes," kenangnya.
Dikonfirmasi terpisah terkait tidak adanya petugas penanganan jenazah, Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba mengatakan, bahwa penguburan jenazah di Desa Celuk tersebut tidak mendapat jadwal, karena menurutnya penguburannya mendadak.
"Yang di Celuk mendadak dan harus sekarang, sedangkan penanganan Jenazah sudah terjadwal," ujarnya.
Per Kamis 19 Agustus 2021, kata Suamba, ada 14 jenazah yang harus dilakukan penguburan. "Pagi 6 Jenazah, siang-malam 8 jenazah, Kita sudah start jadi jam 05.00 - 21.00 WITA," jelasnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3539 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1324 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 923 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 847 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 691 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun