Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Gunungsari Buleleng Keluhkan Air Bersih Tersendat

Minggu, 30 November 2025, 16:17 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Warga Gunungsari Buleleng Keluhkan Air Bersih Tersendat.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Warga Desa Gunungsari, Kecamatan Seririt, Buleleng mengeluhkan gangguan layanan air bersih yang terjadi di wilayah mereka. Keluhan tersebut disampaikan melalui surat kaleng yang ditujukan kepada Bupati Buleleng dan Camat Seririt.

Warga menyebut air bersih tidak mengalir dengan baik, sehingga mengganggu aktivitas harian, mulai dari mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan kebersihan lingkungan. Mereka berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan langkah cepat untuk menangani persoalan tersebut.

Dikonfirmasi pada Minggu (30/11), Perbekel Desa Gunungsari Ketut Pastika membenarkan bahwa layanan air bersih yang dikelola BUMDes melalui PAM Desa kerap mengalami gangguan, terutama saat beban puncak pemakaian seperti pada perayaan Hari Raya Kuningan.

"Aduan itu memang dari masyarakat saya, dia tinggal di Tabanan. Datang saat hari raya. Kemarin saat hari raya memang pemakaian meningkat. Jadi terpaksa digilir, ada yang dapat siang, ada yang dapat malam," jelasnya.

Pastika menjelaskan bahwa distribusi air kurang maksimal karena masih menggunakan sistem pipa gravitasi. Selain itu, pipa tua yang rawan pecah juga menjadi penyebab layanan tidak stabil. Namun ia menegaskan, gangguan tidak berlangsung hingga berhari-hari.

"Pipa kami juga rentan pecah jika terjadi banjir, karena kami mengambil sumber air di Bolangan, lewat sungai. Pipa yang kami gunakan juga dari pengadaan tahun 1982. Sudah keropos. Jadi kami juga sempat melakukan pergantian pipa. Sudah kami sampaikan masyarakat, pemakaiannya harus digilir," terangnya.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, pihak desa berencana menambah satu unit bak penampungan tahun depan, guna memenuhi kebutuhan air bersih 700 Kepala Keluarga. RAB telah disusun, dan kini desa tengah mencari tukang yang memiliki kemampuan khusus untuk membangun fasilitas tersebut.

"Jujur pertama saya menjabat pada Desember 2019, air malah tidak mengalir ke bak. Jadi upaya-upaya perbaikan sudah kami lakukan. Lewat dana yang awalnya 0, sekarang sudah terkumpul sedikit demi sedikit. Kami terapkan pembayaran yang paling standar, untuk rumah tangga paling hanya Rp 20-25 ribu per bulan," katanya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami