Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Warga Tejakula Siapkan Dua Pilihan
Tejakula
BERITABALI.COM, BULELENG.
longsorDesa Tejakula di Kecamatan Tejakula yang kerap menjadi langganan musibah longsor akibat ucur, warga setempat melalui Aparat Desa Tejakula telah menyiapkan dua pilihan sebagai langkah antisipasi.
Fenomena alam sebagai penyebab musibah longsor yang menimpa warga Desa Tejakula sejak tahun 1969 mulai disikapi warga setempat dengan serius, bahkan kedepan sebagai pola antisipasi musibah tersebut, warga melalui aparat desa-nya telah menyiapkan dua pilihan, namun demikian, pola yang akan diterapkan tersebut masih terganjal dengan biaya yang sangat besar.
”langkah pertama dengan biaya yang ditekan sekecil mungkin dilakukan dengan menanam sejumlah pohon Kemiri dan Beringin yang diyakini mampu menghadang laju longsor dari atas bukit, kita intruksikan kepada warga untuk menanam pohon itu sepanjang kaki bukit, lima belas ribu bibit sudah kita pesan,” ungkap Prebekel Desa Tejakula, I Ketut Suardana, senin (16/2) disela-sela memantau pelaksanaan rehabilitasi saluran pipa air minum.
Pola kedua yang dilakukan dengan biaya cukup besar melalui tekhnologi tinggi dengan memanfaatkan sinar laser yang mampu memecah mendung ataupun gumpalan air ucur.
”Memang biayanya sangat besar seperti di denpasar bila mendung ditembakan, akan bisa memecah gumpalan ucur sehingga tidak menghantam bukit dan menyebabkan longsor, namun ini memerlukan biaya yang besar, desa kami tidak memiliki dana untuk itu, mungkin dari Kabupaten atau Propinsi bisa membantu,” papar Suardana.
Sebelumnya, Desa Tejakula yang memiliki tujuh dusun di Kecamatan Tejakula kerap tertimpa musibah tanah longsor akibat ucur. Pada tahun 1969, ucur yang menghantam perbukitan tejakula menelan korban 32 warga setempat, tewas terseret dan tertimbun tanah longsor, tahun 1972 musibah longsor akibat ucur kembali menimpa warga, demikian juga pada tahun 2002 yang meminta dua korban jiwa dan yang terakhir terjadi awal bulan Pebruari ini yang mengakibatkan kerugian material milyaran rupiah.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 466 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 368 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 302 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan