Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 6 Agustus 2026
Wisatawan Asing Keluhkan Guide Lokal di Gitgit
Senin, 13 April 2015,
09:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Wisatawan asing mengeluhkan aktivitas guide atau pemandu wisata lokal di obyek wisata Gitgit Waterfall atau air terjun Gitgit, di Buleleng, Bali. Selain tiket masuk, warga lokal juga meminta tarif Rp 300-Rp 400 ribu kepada wisatawan asing, sebagai biaya untuk pemandu wisata lokal.
Keluhan ini disampaikan seorang wisatawan asing asal Washington DC Amerika Serikat, Johny. Menurut Johny yang didampingi rekannya di Bali, Made Antara, pengalaman kurang menyenangkan didapatnya di obyek wisata air terjun Gitgit belum lama ini.
Menurut Johny, waktu itu ia dan 3 rekannya sesama wisatawan asing datang ke obyek wisata Gitgit untuk menikmati keindahan air terjun di sana. Ia dan rekannya kemudian membeli tiket masuk resmi yang disediakan pengelola wisata setempat.
Setelah membeli tiket masuk, ia dan rekannya kemudian didatangi warga lokal yang menawarkan jasa pemandu wisata setempat. Biaya yang diminta antara Rp 300-400 ribu untuk satu rombongan wisatawan asing.
Tawaran ini kemudian ditolaknya dengan alasan tidak memerlukan jasa pemandu lokal karena sudah pernah berkunjung ke Gitgit sebelumnya.
"Karena menolak menggunakan jasa pemandu wisata atau guide lokal, akses rekan saya Johny dan 3 rekannya yang lain kemudian dibatasi. Di beberapa spot di air terjun Gitgit, Johny dan 3 rekan wisatawan asing lainnya tidak diijinkan masuk, kecuali mau menggunakan jasa guide lokal,"jelas Made Antara, rekan Johny.
Apa yang dialami wisatawan asal Amerika Serikat di Gitgit, kata Made, tentu bisa merugikan citra pariwisata di Gitgit dan Bali pada umumnya.
"Dengan perkembangan media sosial saat ini yang demikian canggih, pengalaman buruk itu bisa cepat menyebar di dunia maya seluruh dunia. Apalagi turis asing ini sudah sering datang ke Bali, dan kebetulan suka mengamati perkembangan dunia pariwisata di Bali. Menurutnya, pariwisata Bali saat ini dan 10 tahun lalu sudah jauh berbeda, dulu masyarakat Bali menurutnya lebih welcome. Jika apa yang disampaikan itu benar, harus dibenahi, jangan sampai nanti obyek wisata Gitgit dihindari oleh wisatawan asing karena persoalan ini,"ujarnya.
Hingga berita ini dibuat, belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola wisata air terjun Gitgit Waterfall, terkait apa yang dikeluhkan oleh wisatawan asing tersebut.
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3734 Kali
02
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1343 Kali
03
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 926 Kali
04
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 850 Kali
05
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 713 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026