Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Selembar Upal Pecahan Seratus Ribu Hilang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Acara yang digelar Bank Indonesia Cabang Denpasar bertajuk sosialisasi kebanksentralan bagi dosen dan mahasiswa di Universitas Panji Sakti Singaraja sebagai upaya mengenalkan mata uang Republik Indonesia dan dalam mengantisipasi penyebaran uang palsu.
Namun, justru contoh upal tersebut hilang saat ditunjukan kepada masyarakat.
“ Kita berikan dua belas mata uang kertas palsu untuk dilihat, diraba atau dirasakan, sehingga para peserta mengetahui kondisi uang palsu itu. Tapi, yang kembali hanya sebelas lembar. Satu lembar dengan pecahan seratus ribu hilang, ” ungkap seorang pemakalah dari Bank Indonesia Denpasar.
Baca juga:
Kapal Yang Angkut Anggota DPR Hilang Kontak
Wakil Rektor Universitas Panji Sakti Singaraja, Putu Sugi Ardana menyikapi hal itu, usai pelaksanaan sosialisasi tentang kebanksentralan langsung memerintahkan peserta melewati satu pintu untuk diperiksa, namun sayang, upal tersebut tidak ditemukan.
Sementara, dalam kegiatan yang berlangsung sehari di Auditorium Unipas Singaraja, Yusuf Wicaksono,
Peneliti Ekonomi pada Statistik dan Kajian Ekonomi Moneter Bank Indonesia Cabang Denpasar, memberikan sosialisasi kebanksentralan bagi dosen dan mahasiswa di Universitas Panji Sakti Singaraja.
Sosialisasi itu sebagai upaya mengantisipasi peredaran uang palsu yang selama ini mersahkan masyarakat. Termasuk tugas pokok Bank Indonesia sebagai penentu kebijakan masalah moneter.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4519 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2334 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun