Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Ditolak RS Wangaya, Melahirkan di RSUP Sanglah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebuah potret betapa masih buruknya pelayanan rumah sakit di negeri kita dialami oleh Khotimah yang tinggal di Jalan Padang Galak No 7 Sanur.
Bayinya meninggal saat menjalani persalinan di RSUP Sanglah, dimana sebelumnya, dia sempat ditolak bersalin di RSU Wangaya Denpasar.
Rumah sakit sekarang ini lebih memperhatikan pasien berduit tebal ketimbang menyelamatkan nyawa seseorang. Itulah pengalaman Khotimah dikala melahirkan anaknya yang pertama dari hasil hubungan gelapnya dengan pria lain.
Menurut keterangan tetangga Khotimah berinisial DD, menceritakan, Khotimah sempat dilarikan ke RSU Wangaya. Waktu itu kondisinya sekarat. Namun, karena tidak didampingi keluarga dan suami, pihak RSU Wangaya menolak kehadirannya. Ditolak bersalin, rekan Khotimah membawa kembali Khotimah ke rumahnya di Jalan Padang Galak No 7 Sanur.
Perut Khotimah semakin tidak bisa diajak kompromi. Akibat tidak bisa menahan rasa sakit diperutnya, Khotimah akhirnya dilarikan ke RSUP Sanglah sekitar pukul 01.00.Wita. Beruntung, pihak RSUP Sanglah menerimanya. Lima jam menjalani operasi cesar, Khotimah melahirkan sang jabang bayi dalam keadaan selamat. Namun, apa lacur, karena telat penanganan, bayi Khotimah pun akhirnya meninggal.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4562 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2363 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1628 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun