Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Ditabrak Pelajar, Pecalang Akhirnya Tewas
Denpasar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sepuluh hari dirawat di RSUP Sanglah, Nengah Fuje (50) warga Banjar Akah Klungkung, akhirnya meninggal dunia Selasa (04/12).
Pecalang ini tewas akibat pendarahan di otak setelah ditabrak sepeda motor yang dikendarai seorang pelajar, saat korban sedang mengatur lalin di upacara Tumpek Landep yang digelar di banjarnya.
Jasad korban langsung dibawa ke Klungkung untuk diaben. Sementara istri korban, Ni Luh mengatakan, kematian suaminya sangat menghempaskan jiwanya. Betapa tidak, suaminya ditabrak dari arah belakang oleh pelajar pengendara sepeda motor, saat mengamankan jalannya upacara Tumpek Landep di kampungnya di Banjar Akah Klungkung.
Ceritanya, Sabtu (24/11) lalu, korban diberi tugas mengamankan lalu-lintas (lalin) di Pura Puseh. Saat sibuk mengamankan jalan, tiba-tiba dari arah belakang melaju kencang sepeda motor.
Pengendara sepeda motor yang belakangan diketahui seorang pelajar asal Nusa Penida, diduga tidak melihat korban dipinggir jalan. Tabrakan pun tidak terelakkan.
Tabrakan keras itu membuat korban mengalami cedera kepala berat. Sepuluh hari menjalani perawatan di RSUP Sanglah, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. (che)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2014 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1619 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1064 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun