Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Supir Angkut Beras Tewas Tertimpa Truk
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berupaya memperbaiki ban truk yang miring menggunakan dongkrak di Jalan Ratna 108 Gatsu Timur depan gudang toko Lima Jaya Denpasar, Supeno (56), Kamis (06/12) dinihari tewas secara tragis.
Supir truk pengangkut beras asal Banyuwangi ini, tidak menyangka truk tiba-tiba miring dan menimpa kepalanya.
Kejadian berawal dari datangnya 5 truk ke TKP yang salah satu sopirnya adalah Supeno. Sedianya mereka datang ke Denpasar, untuk mengirim beras ke gudang toko Lima Jaya depan Jalan Ratna 108 Denpasar. Namun, karena hari masih subuh tepatnya sekitar pukul 04.30 Wita, toko belum buka. Alhasil, mereka menunggu dan truk diparkir di atas trotoar jalan.
Tak dinyana, truk Nopol P 9108 UV yang disopiri Supeno, miring ke kiri. Diduga, jebolnya trotoar karena tidak kuat menahan beban truk bermuatan beras. Korban asal Banyuwangi ini berinisiatif meminjam dongkrak ke temannya Kusnadi.
“Kepala korban masuk ke truk untuk memasang dongkrak. Tapi truk tiba-tiba miring,†jelas rekan korban dilokasi kejadian.
Apes, saat mendongkrak ban kiri belakang, tiba-tiba truk miring ke kiri dan menindih kepala korban. Korban tewas ditempat. Rekan korban kaget dan langsung membawa korban ke RSUP Sanglah. (che)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4562 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2364 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1629 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun