Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 23 Juni 2026
Dosen Undiksha Diteror Bom
Banjar Tegal
BERITABALI.COM, BULELENG.
Diduga lantaran sakit hati, seorang pelaku teror mengancam seorang dosen di Universitas Pendidikan Ganesha, Undiksha Singaraja lewat telpon. Dalam ancamannya, pelaku menyebutkan bahwa sebuah bom telah diaktifkan di rumah korban.
Terkait kasus tersebut, Unit Buser Sat Reskrim Polres Buleleng, Rabu (26/12) akhirnya berhasil mengidentifikasi nomor telpon yang dipergunakan dalam aksi teror bom terhadap Frida Nurlita, dosen di Universitas Pendidikan Ganesha, Undiksha Singaraja.
“Baru ada laporan dari buser, nomor telpon yang digunakan pelaku teror berasal dari sebuah wartel di kawasan Jalan Surapati Singaraja. Penyelidikan masih kita intensifkan untuk mengetahui pelakunya,†ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Ambariyadi Wijaya, SIK.
Sejumlah data awal dari penyelidikan dan penyidikan telah dikantongi polisi, dan diperkirakan teror yang dilakukan pelaku melalui nomor telpon 0362-24999 karena sakit hati dengan korban Frida Nurlita yang beralamat di Jalan Abimanyu Kelurahan Banjar Tegal.
â€Sementara yang kita ketahui, pelakunya perempuan dari suara telpon yang diterima korban,†papar Ambariyadi.
â€Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak Telkom untuk dapat menemukan pelakunya dan polisi tidak ingin kehilangan jejak atau menemui jalan buntu menyelidiki kasus teror tersebut. Kita sedang bekerja dan butuh informasi sebanyak mungkin untuk dapat mengungkap kasus teror ini,†tegas Kasat Reskrim yang baru bertugas lima hari di Buleleng.
“Saat makan malam, anak saya terima telpon dan pelaku mengatakan awas hati-hati, sehingga langsung dimatikan oleh anak saya. Beberapa saat kemudian dia menelpon ke hp saya dan mengatakan awas hati-hati dirumah ada bom,†papar Frida Nurlita saat didengarkan keterangan di Mapolres Buleleng.
Menurut Frida Nurlita, selama ini tidak mempunyai masalah dengan siapapun, baik dengan tetangga ataupun di tempat kerjanya, sehingga tidak mengetahui motif aksi teror bom yang dilakukan pelaku.
“Entah siapa pelakunya saya tidak tahu, karena saya tidak merasa punya masalah dengan siapapun,“ ungkapnya.
Sementara dari lokasi tempat pelaku melakukan teror bom, polisi belum menemukan adanya bukti ataupun kesaksian yang mengarah kepada pelaku, namun demikian polisi masih melakukan penyelidikan lebih intensif. (sas)
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun