Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Kisah Suartana, Yatim Piatu yang Berjuang Tetap Sekolah, Parta Beri Motivasi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Di usia yang baru menginjak 15 tahun, I Wayan Suartana Adiputra harus menghadapi cobaan hidup yang datang bertubi-tubi. Remaja asal Banjar Bonjaka, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, ini kini menjalani hari-harinya sebagai yatim piatu setelah kehilangan kedua orang tuanya.
Ayah Suartana telah berpulang ketika dirinya masih balita. Sejak saat itu, ibunya berjuang seorang diri untuk membesarkan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, sosok yang menjadi satu-satunya sandaran tersebut kemudian juga meninggal dunia.
Kesedihan Suartana semakin dalam karena kakek dan nenek yang selama ini turut mengasuhnya telah lebih dahulu berpulang. Di tengah kehilangan orang-orang terdekatnya, Suartana kini harus belajar menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan.
Bagi warga sekitar, Suartana dikenal sebagai remaja yang pendiam, sopan dan rajin. Namun di balik sikap tersebut, tersimpan perjuangan berat. Kondisi ekonomi membuatnya berada di ambang putus sekolah karena kebutuhan hidup dan biaya pendidikan yang tidak mudah dipenuhi.
Meski demikian, Suartana tidak ingin menyerah pada keadaan. Ia masih menyimpan keinginan kuat untuk terus bersekolah dan mengejar masa depan yang lebih baik.
"Pendidikan menjadi satu-satunya jalan untuk mengubah masa depan," menjadi semangat yang terus ia genggam.
Tekad Suartana untuk tetap mengenyam pendidikan kemudian mengetuk kepedulian masyarakat. Komunitas relawan kemanusiaan Nang Etonk Bali mulai bergerak menggalang donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus biaya sekolah remaja tersebut.
Perhatian juga datang dari anggota DPR RI, I Nyoman Parta. Ia mendatangi langsung kediaman Suartana di Banjar Bonjaka, Selasa (4/8/2026).
Kehadiran I Nyoman Parta didampingi pihak keluarga, tokoh adat, warga dan rekan-rekan sekolah Suartana. Kunjungan tersebut tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga dukungan moral agar Suartana tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan.
"Tetap semangat ya," ujar Parta memberikan motivasi.
Dukungan yang datang dari masyarakat, tokoh publik hingga para dermawan menjadi penyambung asa bagi Suartana. Di tengah kehilangan kedua orang tua dan keterbatasan ekonomi, kepedulian tersebut menjadi penguat agar remaja asal Sebatu ini tetap bisa bersekolah dan mengejar cita-citanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4250 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1448 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 946 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 877 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 768 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun