Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Keempat Tersangka Pilih Aksi Tutup Mulut
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hingga kini, penyidik Poltabes Denpasar masih mengakuratkan penyelidikan terhadap empat tersangka kasus pembunuhan dua bodyguard DeeJay Cafe, yakni Wayan Suparta alias Kayun dan Ketut Mustiada alias Budi.
Tapi sayang, keempat tersangka kompak memilih bungkam. Mereka pantang menyebut identitas rekan-rekannya. Tidak mau menyebut berapa orang yang melakukan penyerangan. Dan mengaku tidak kenal satu sama lain.
“Tersangka tutup mulut. Keempat tersangka tidak mengaku membunuh dua korban (Budi dan Kayun, Red),” beber petugas penyidik.
Bagi penyidik, bungkamnya para tersangka tidaklah begitu penting. Karena polisi telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menjerat empat tersangka sebagai pelaku pembunuhan di Deejay Café di jalan Kartika Plaza Kuta.
Sebenarnya, dari 15 preman yang ditarget polisi, ada 3 senior preman yang bakal menyusul masuk penjara. Lagipula, nama dan domisili telah terdeteksi. Polisi masih menyiasiati cara penyergapan 3 pentolan preman itu.
Sumber mengatakan, kemungkinan besar jumlah tersangka akan membengkak setelah polisi melakukan konfrontir terhadap 4 tersangka. Juga saksi hidup, Ketut Mustika dan Ngakan Made Aribawa.
“Kesannya ada dendam dan rebutan lahan. Mereka ini dulunya teman lama. Begitu melihat Budi datang bersama teman-temannya, langsung diserang,” beber sumber.
Di tempat terpisah, keluarga korban mendesak aparat kepolisian menyangkut pemanggilan pihak pengelola Deejay Café. Mereka berharap polisi segera memanggil dan memeriksa pihak penggelola karena terindikasi sebagai pemicu bentrok antar preman di awal tahun baru 2008 itu.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun