Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tukad Badung Dicemari Limbah

Denpasar

Jumat, 11 Januari 2008, 07:43 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Maraknya pengusaha sablon di sepanjang sungai tukad Badung, ternyata banyak dikeluhkan oleh warga setempat. pasalnya, usaha yang menggeluti bahan-bahan kimiawi ini, ternyata membuang limbahnya ke tukad Badung. akibatnya, sungai ini pun terkena limbah usaha sablon dan pencelupan kain. 

Meskipun kini oleh para pengusaha sablon dan celup kain, limbah tersebut telah ditangani dengan membangun sumur serapan, dan pemberian kaporit pada air limbah, namun masyarakat masih saja mengeluhkan limbah ini. menurut mereka, limbah-limbah ini masih sering menimbulkan bau yang tidak sedap.


Nurhadi, salah satu pengusaha sablon, mengakui jika usaha yang digelutinya menimbulkan limbah yang menimbulkan dampak pencemaran lingkungan yang cukup tinggi. jika dahulunya ia biasa membuang limbah ke tukad Badung, kini sejak ia mendapat pembinaan ia telah membuang limbahnya ke sumur-sumur serapan.

 



“Sekarang saya sudah punya sumur-sumur serapan untuk membuang limbah sablon. limbah-limbah ini juga saya beri kaporit, agar limbah yang tanpa sengaja mengalir ke sungai, menjadi netral, dan tidak mencemari sungai,” ungkap warga Pemogan, Denpasar ini.

Sementara itu, Riski, salah satu warga yang tinggal di pinggir tukad Badung, mengaku jika aliran sungai ini sering tercemar limbah sablon dan celup kain. ia berharap agar air sungai ini, tidak tercemari oleh limbah-limbah, utamanya limbah kimia.

“Banyak sekali limbah-limbah sablon yang dibuang kesini (Tukad Badung, Red). semestinya pemerintah lebih mengawasi hal ini, karena ini sangat berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat,” keluhnya. (eps)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami