Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polisi Rekonstruksi Kasus Pasutri Jineng Dalem

Singaraja

Sabtu, 12 Januari 2008, 16:45 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Rencana pelimpahan penanganan kasus tewasnya pasangan suami istri (Pasutri) di Desa Jineng Dalem, Kecamatan Buleleng dari polisi ke Sub Detasemen Polisi Militer Singaraja nampaknya akan tertunda, menyusul adanya rencana rekonstruksi untuk memperjelas teka-teki kematian pasutri itu. 

“Ini upaya kita untuk mengetahui secara pasti di lokasi peristiwa terkait kasus dugaan pembunuhan itu. Kita sudah rencanakan untuk mengelar rekonstruksi langsung di lapangan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Ambariyadi Wijaya, Sabtu (12/1) usai melakukan Gelar Kasus Jineng Dalem, di Ruang Rupatama Mapolres Buleleng.


Dalam Gelar Kasus yang berlangsung hampir dua jam lebih itu terungkap masih diperlukan pendalaman atas keterangan sejumlah saksi untuk mengarah kepada pelaku yang dicurigai.“Nanti rekonstruksi kita lakukan, setelah mendengarkan saksi tambahan, sebagai saksi kunci,“ papar Ambariyadi.

Dari Gelar Kasus pembunuhan pasangan suami istri Kadek Sowara dan Luh Sukesi warga dusun Tingkih Kerep, desa Jinengdalem, kecamatan Buleleng itu juga terungkap adanya penggunaan zat kimia.

“Untuk sementara, ini kita duga pembunuhan berencana, sebab dari barang bukti yang ditemukan adanya pengunaan zat kimia berupa sianida dicampur dengan minuman suplemen. Selain itu, juga dikuatkan dengan hasil otopsi,” papar Ambariyadi didampingi KBO Sat Reskrim, Iptu. Wayan Parwata, SH.

 



Kasat Reskrim Ambariyadi Wijaya memaparkan, sesuai hasil otopsi dan penyelidikan awal kepolisian semua keterangan dan bukti awal kejadian mengarah pada keterlibatan oknum anggota TNI tersebut.

”Muaranya semua kesana. Tapi kita tidak bisa memvonis, sebab kita berpegang pada azas praduga tak bersalah,” tegasnya.

Sementara, oknum TNI yang bernama Abdul Rohkim alias Pak Oke yang aktif bertugas di Secata A Singaraja dan diduga kuat sebagai pelaku, sampai saat ini belum diperiksa polisi. (sas)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami