Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
3 Rumah Mantan Pejabat BPKP Disita Paksa
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sebanyak tiga rumah mantan pejabat eselon 3 kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bali disita paksa. Pasca penyitaan, para penghuni rumah menyatakan akan menempuh upaya hukum.
Salah satu rumah yang disita paksa adalah rumah dinas BPKP di Jalan Hayam Wuruk Denpasar. Petugas terpaksa membongkar paksa pintu dengan linggis karena digembok penghuni rumah yang tak lain adalah Suminta, mantan Kabid di kantor BPKP Denpasar.
Setelah berhasil membuka paksa pintu, petugas juru sita kemudian mengeluarkan seluruh isi rumah dan menaikkannya ke atas truk. Proses penyitaan ini hanya bisa disaksikan oleh Suminta dan istrinya Hanrini dengan pasrah.“Saya tidak tahu selanjutnya tinggal dimana. Belum dapat kontrakan. Harga kontrakan mahal-mahal,” kata Hanrini.
Selain rumah di Jalan Hayam Wuruk, juru sita yang dikawal Dalmas Polda Bali juga melakukan upaya sita paksa di rumah dinas BPKP di daerah Renon dan Kerobokan. Dengan disitanya 3 rumah ini, total rumah dinas yang sudah ditertibkan sebanyak 16 rumah dinas.
“Upaya sita paksa ini ditempuh setelah upaya persuasif sebelumnya gagal dilakukan. rumah yang disita ini rencananya akan ditempati pegawai baru,” jelas Sidik Wiyoto, kepala BPKP Bali. (ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun