Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 14 Mei 2026
Pemerintah Bali Diminta Bergerak Cepat
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyakit mematikan AIDS semakin mengganas di Bali. Terakhir, penyakit ini menewaskan 3 orang warga, termasuk seorang anggota DPRD Tabanan. Warga meminta Pemerintah Propinsi Bali agar bertindak cepat untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS ini. Salah satunya adalah dengan melegalkan lokalisasi WTS dengan sistem pengawasan kesehatan yang sangat ketat.
Jumlah korban meninggal akibat AIDS di Bali semakin bertambah. Terakhir, penyakit mematikan ini merenggut tiga nyawa sekaligus yakni HI dari jalan Badak Agung Denpasar, BD dari Kayumas Denpasar, dan DS seorang anggota DPRD Tabanan.
Penyebaran HIV/AIDS yang terus memakan korban ini mengundang keprihatinan sejumlah warga di Bali. Mereka meminta Pemerintah Propinsi Bali segera bertindak agar penyakit AIDS tidak terus menelan korban.
Salah satu pendapat yang muncul adalah perlunya dibuka lokalisasi di Bali, mengingat salah satu penyebab utama penularan HIV/AIDS adalah seks bebas berganti pasangan selain jarum suntik.
“Menurut saya, Pemerintah Bali harus bertindak cepat. Diantaranya dengan membuat lokalisasi WTS. Meski jelas bertentangan dengan norma dan agama, ini merupakan salah satu cara untuk mengontrol penyebaran HIV/AIDS. Kita tidak boleh munafik. Prostitusi sudah ada sejak dulu kala. Ini tidak bisa dihilangkan, tapi harus dikendalikan dan dikontrol,” jelas Made Sukarno, warga Denpasar Timur.
Hal yang hampir senada juga disampaikan Made Winantara, warga banjar Kawan Bangli. “ Meski tidak suka ke Kompleks WTS, saya sangat setuju adanya sebuah lokalisasi. Ini penting untuk mengontrol prostitusi dan penyebaan AIDS. Wacana pro dan kontra adanya lokalisasi WTS legal harus segera diakhiri untuk menyelamatkan anak cucu kita dari penyakit AIDS,” jelas Made.
Dukungan adanya lokalisasi juga disampaikan Dewa Sabar, warga Kuta. “Memang sudah saatnya ada sebuah lokalisasi yang tertata dengan baik. Apapun yang tertata dengan baik pasti hasilnya baik juga. Di negara – negara maju, prostitusi juga sudah diatur dengan adanya mekanisme pengawasan yang ketat dengan aturan main yang jelas,” ucapnya. (ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1275 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 989 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 819 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 743 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik