Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
Pemerintah Bali Diminta Bergerak Cepat
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyakit mematikan AIDS semakin mengganas di Bali. Terakhir, penyakit ini menewaskan 3 orang warga, termasuk seorang anggota DPRD Tabanan. Warga meminta Pemerintah Propinsi Bali agar bertindak cepat untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS ini. Salah satunya adalah dengan melegalkan lokalisasi WTS dengan sistem pengawasan kesehatan yang sangat ketat.
Jumlah korban meninggal akibat AIDS di Bali semakin bertambah. Terakhir, penyakit mematikan ini merenggut tiga nyawa sekaligus yakni HI dari jalan Badak Agung Denpasar, BD dari Kayumas Denpasar, dan DS seorang anggota DPRD Tabanan.
Penyebaran HIV/AIDS yang terus memakan korban ini mengundang keprihatinan sejumlah warga di Bali. Mereka meminta Pemerintah Propinsi Bali segera bertindak agar penyakit AIDS tidak terus menelan korban.
Salah satu pendapat yang muncul adalah perlunya dibuka lokalisasi di Bali, mengingat salah satu penyebab utama penularan HIV/AIDS adalah seks bebas berganti pasangan selain jarum suntik.
“Menurut saya, Pemerintah Bali harus bertindak cepat. Diantaranya dengan membuat lokalisasi WTS. Meski jelas bertentangan dengan norma dan agama, ini merupakan salah satu cara untuk mengontrol penyebaran HIV/AIDS. Kita tidak boleh munafik. Prostitusi sudah ada sejak dulu kala. Ini tidak bisa dihilangkan, tapi harus dikendalikan dan dikontrol,” jelas Made Sukarno, warga Denpasar Timur.
Hal yang hampir senada juga disampaikan Made Winantara, warga banjar Kawan Bangli. “ Meski tidak suka ke Kompleks WTS, saya sangat setuju adanya sebuah lokalisasi. Ini penting untuk mengontrol prostitusi dan penyebaan AIDS. Wacana pro dan kontra adanya lokalisasi WTS legal harus segera diakhiri untuk menyelamatkan anak cucu kita dari penyakit AIDS,” jelas Made.
Dukungan adanya lokalisasi juga disampaikan Dewa Sabar, warga Kuta. “Memang sudah saatnya ada sebuah lokalisasi yang tertata dengan baik. Apapun yang tertata dengan baik pasti hasilnya baik juga. Di negara – negara maju, prostitusi juga sudah diatur dengan adanya mekanisme pengawasan yang ketat dengan aturan main yang jelas,” ucapnya. (ctg)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8585 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5933 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3733 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2558 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar