Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pasar Mumbul Belum Siap Tampung Pedagang
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pasar Mumbul yang terletak di Jalan Ahmad Yani Singaraja nampaknya belum siap menampung ‘tumpahan’ pedagang sari Pasar Anyar Singaraja pasca relokasi yang dilakukan Tim Relokasi pemkab Buleleng.
Sejumlah pedagang yang mendatangi Pasar Mumbul, Selasa (5/2) kebingungan mencari lokasi untuk berjualan, sebab petugas pasar di Pasar Mumbul belum menyiapkan lahan yang pasti bagi pedagang ikan, tempe, sayur yang baru ini dipindahkan dari Pasar Anyar.
Akhirnya, sejumlah pedagang duduk bergerombol sambil mengamati pelataran Pasar Mumbul yang memungkinkan dipakai tempat berjualan. Bahkan, tidak sedikit pedagang langsung memberi batas-batas berjualan pada plataran Pasar Mumbul dengan cat semprot maupun batu kapur.
“Karena yang lain sudah memberi tanda pada pelataran dan agar tidak keburu diakui oleh yang lain, saya ikut saja, memberikan tanda, sehingga tidak diserobot oleh yang lain, bisa-bisa saya tidak kebagian tenpat” ucap Wayan Bawa pedagang ikan.
“Belum tahu di mana bisa berjualan. Tapi kok sudah ada yang mengakui tempat ini, lalu dimana saya harus berjualan setelah diusir dari Pasar Anyar, wah, gimana nih,” ungkap Rimben pedagang Sayur.Kepala UPT Pasar Mumbul, Ketut Bagiada mengatakan, belum ada pengukuran tempat yang pasti di pelataran Pasar Mumbul, karena saat ini para pedagang yang pindah dari Pasar Anyar ke Mumbul masih didata.
“Dari hasil pengamatan, yang mau berjualan di Pasar Mumbul, tidak seluruhnya pedagang pindahan dari Pasar Anyar Singaraja dan kami masih mendata mereka. Karena kami memprioritaskan pedagang yang pindah dari Pasar Anyar Singaraja. Kalau nanti semua kita tampung, tempatnya tidak memungkinkan, ribut lagi,” papar Bagiada.
Rencana pembagian lokasi untuk para pedagang menurut Kepala UPT Pasar Mumbul Ketut Bagiada, masih dikoordinasi dengan Direksi PD Pasar. Karena, saat ini belum ada kepastian tentang harga sewa tempat untuk pedagang yang berjualan di pelataran. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2570 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan