Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Bali Eling Spirit dan UNHI Bahas Kepemimpinan Berbasis Empati
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali Eling Spirit bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hindu Indonesia (UNHI) menggelar Conscious Leadership & Wellbeing Forum di kampus UNHI, Denpasar, Sabtu (24/10/2026).
Forum ini mengajak para pemimpin dan profesional mengembangkan kesadaran diri, kejernihan dalam mengambil keputusan, serta komunikasi yang bijaksana.
Mengusung semangat “Pemimpin Juga Butuh Jeda” dengan jargon “Lead with Love!”, kegiatan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kompetensi profesional, kesejahteraan diri, dan kemampuan memimpin diri sendiri.
Forum tersebut menghadirkan tiga narasumber dari bidang filsafat, spiritual wellness, dan pengembangan sumber daya manusia, yakni Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H., Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara, serta KS Arsana, S.Psi., M.Pd.
Peserta berasal dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, kesehatan, pendidikan, wellness, properti, pemerintahan, hingga kalangan pengusaha dari Bali dan luar Bali.
Kolaborasi Bali Eling Spirit dan UNHI menghadirkan pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan organisasi dan pencapaian target, tetapi juga pada kemampuan mengenali, mengendalikan, dan memimpin diri sendiri.
Diawali Praktik Kesadaran Diri
Berbeda dari forum kepemimpinan pada umumnya, kegiatan diawali dengan sesi Sacred Morning Awakening dan Eling Sound Awakening. Kedua sesi ini menjadi pengalaman praktik kesadaran diri sebelum peserta mengikuti rangkaian pembelajaran.
Sesi pagi dipandu Jero Ratni, S.Par., C.Ht., E-RYT, Co-Founder Eling Group dan Bali Eling Spirit, bersama Yogi Putra dari Bali Eling Spirit.
Melalui praktik yoga, meditasi, dan sound healing, peserta diajak mengambil jeda dari rutinitas, meningkatkan kesadaran terhadap kondisi tubuh dan pikiran, serta membangun ketenangan sebelum memasuki sesi workshop.
Pendekatan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami kesadaran diri secara intelektual, tetapi juga mengalaminya melalui praktik langsung.

Setelah sesi pagi dan sarapan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Wakil Rektor IV Universitas Hindu Indonesia, Made Adi Widyatmika, ST., M.Si., Ph.D.
Dalam pesan yang disiapkan untuk pemberitaan, Made Adi menekankan pentingnya memasukkan dimensi kesadaran diri dalam pengembangan kepemimpinan.
“Kepemimpinan di era sekarang tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi dan kemampuan intelektual. Seorang pemimpin juga perlu memiliki kesadaran diri, kematangan emosional, dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Melalui forum ini, kami berharap nilai-nilai tersebut dapat semakin berkembang dan diterapkan dalam kehidupan profesional maupun bermasyarakat,” ujar Made Adi.
Kearifan Lokal untuk Membentuk Karakter Pemimpin
Rangkaian workshop dipandu Yadu Nandana, Head of Bali Eling Spirit, selaku moderator. Sesi pertama menghadirkan Dr. Komang Indra Wirawan, akademisi Universitas Hindu Indonesia, dengan materi “Menyadari Tanda-Tanda Kehebatan Kepemimpinan dalam Diri”.
Dalam paparannya, Dr. Komang mengangkat nilai-nilai Asta Brata, Niti Sastra, dan berbagai ajaran kearifan tradisional sebagai sumber pembelajaran mengenai karakter serta etika kepemimpinan.
Ia mengajak peserta memahami bahwa kualitas pemimpin tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan, kekuasaan, atau keunggulan intelektual. Integritas, kerendahan hati, empati, dan kemampuan mengendalikan diri juga menjadi unsur penting dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.
Pembahasan tersebut turut menyoroti pentingnya mengenali kecenderungan ego, kesombongan, serta dorongan emosional yang dapat memengaruhi perilaku seorang pemimpin.
“Kehebatan seorang pemimpin bukan diukur dari seberapa besar kekuasaan yang dimilikinya, tetapi dari kemampuannya mengendalikan diri dan menggunakan kelebihannya untuk memberikan manfaat. Pemimpin yang bijaksana tidak menjadikan jabatan sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi, melainkan sebagai tanggung jawab untuk melayani dan membawa kebaikan,” ujarnya.
Kesadaran Diri untuk Mengambil Keputusan
Sesi berikutnya dibawakan Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara, yang dikenal sebagai Aji Bhagawan, Founder sekaligus Guru Besar Eling Group dan Bali Eling Spirit. Ia menyampaikan materi bertajuk “Seni Mengambil Keputusan dengan Eling”.
Aji Bhagawan mengajak peserta memahami pentingnya menghadirkan kesadaran sebelum mengambil keputusan, terutama saat menghadapi tekanan, persoalan kompleks, maupun situasi yang memicu respons emosional.
Konsep Eling diperkenalkan sebagai kemampuan menyadari kondisi diri, melihat fakta secara objektif, mempertimbangkan informasi dengan jernih, serta tidak membiarkan amarah, kebencian, atau dorongan sesaat mengendalikan tindakan.
Materi tersebut juga membahas tiga pendekatan dalam memperoleh pengetahuan, yakni Pratyaksa atau pengamatan langsung, Anumana atau penalaran berdasarkan bukti, serta Sabda atau pengetahuan dari sumber yang dapat dipercaya.
Ketiga pendekatan ini menjadi landasan untuk membangun proses pengambilan keputusan yang lebih matang dan bertanggung jawab.

“Ketika pikiran dikuasai emosi, keputusan yang kita ambil sering kali bukan berasal dari kejernihan, melainkan dari reaksi sesaat. Karena itu, seorang pemimpin perlu belajar untuk Eling, menyadari keadaan dirinya terlebih dahulu sebelum bertindak. Dari kesadaran yang jernih, kita dapat mengambil keputusan dengan lebih bijaksana dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Kedua sesi tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang dipandu Yadu Nandana. Diskusi menghubungkan nilai-nilai filosofis kepemimpinan dan praktik kesadaran diri dengan berbagai tantangan nyata yang dihadapi para pemimpin dalam kehidupan profesional.
Komunikasi Efektif Berawal dari Empati
Setelah istirahat siang, forum dilanjutkan dengan workshop “Seni Komunikasi dalam Kepemimpinan Eling” bersama KS Arsana, S.Psi., M.Pd., Founder dan Managing Director HumanDynamics.
Praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 18 tahun di bidang manajemen sumber daya manusia, pengembangan organisasi, dan kepemimpinan tersebut mengajak peserta memahami bahwa komunikasi merupakan kemampuan mendasar yang menentukan efektivitas seorang pemimpin.
Komunikasi tidak hanya berkaitan dengan keterampilan menyampaikan pesan, tetapi juga kemampuan mendengarkan, memahami perspektif orang lain, mengelola emosi, dan membangun kepercayaan.
Melalui pendekatan kepemimpinan berkesadaran, peserta diajak menyelaraskan pikiran, sikap, dan cara berkomunikasi agar hubungan kerja dapat terbangun secara lebih sehat dan produktif.
“Komunikasi yang baik bukan sekadar tentang bagaimana seorang pemimpin berbicara, tetapi juga bagaimana ia mendengarkan dan memahami orang lain. Seorang pemimpin perlu menyadari bahwa cara berkomunikasi dapat membangun kepercayaan, tetapi juga dapat merusaknya. Karena itu, komunikasi yang efektif harus dilandasi kesadaran diri, empati, dan kemampuan mengelola emosi,” bebernya.
Melalui Conscious Leadership & Wellbeing Forum, Bali Eling Spirit bersama LPPM Universitas Hindu Indonesia berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan kearifan filosofis, praktik kesadaran diri, dan pendekatan pengembangan kepemimpinan modern.
Ketiga materi yang disampaikan membentuk rangkaian pembelajaran yang saling melengkapi, mulai dari mengenali karakter dan kualitas diri, mengambil keputusan dengan kesadaran, hingga membangun komunikasi yang lebih efektif dan penuh empati.
Penyelenggaraan forum ini turut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor, yakni Sang Spa, Bank BTN, Jaens Spa, Pradnya, HumanDynamics, Kristalmedic, Bank BPR Kanti, dan Jaba Usada.
Forum ini mengangkat pentingnya hubungan antara kesejahteraan diri dan kualitas kepemimpinan. Di tengah tingginya tuntutan serta kompleksitas tanggung jawab, pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk berhenti sejenak, mengenali keadaan diri, dan bertindak dengan kesadaran yang lebih utuh.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5754 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4590 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2551 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan