Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Warga Segel Kantor dan Blokir Jalan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seiring berakhirnya masa jabatan Perbekel Desa Baktiseraga, I Gusti Made Artana dan rencana penunjukan kembali sebagai pejabat sementara atas usulan BPD Baktiseraga, Senin (10/3) ternyata memicu aksi penyegelan Kantor Perbekel dan pemblokiran jalan desa oleh sejumlah warga di Dusun Galiran, Desa Baktiseraga dengan menggunakan bale bengong dan bak sampah sebagai barikade.
Warga yang merasa kecewa dengan rencana keputusan Camat Buleleng langsung menyegel Kantor Perbekel Baktiseraga menggunakan kayu dan bambu yang dipaku, termasuk memasang sejumlah pamflet menolak penunjukan I Gusti Made Artana sebagai pejabat sementara.
”Kita kecewa dengan keputusan pemerintah seperti ini, kami menuntut agar pemerintah tegas. Kami menyegel dan memblokir jalan agar permintaan kami segera disikapi,” ungkap sejumlah pemuda. Para pemuda di Dusun Galiran, Desa Baktiseraga menuntut Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Camat Buleleng untuk segera menetapkan pejabat sementara.
Koordinator Aksi Warga, Made Karang Sadnyana mengungkapkan, aksi yang dilakukan warga tersebut disebabkan tersumbatnya aspirasi masyarakat terkait penolakan Perbekel I Gusti Made Artana sebagai pejabat sementara. “Warga akan tetap melakukan penyegelan kantor dan pemblokiran jalan sampai Pemerintah Kabupaten Buleleng menetapkan dan memutuskan adanya pejabat sementara di Desa Baktiseraga,” tegas Karang Sadnyana.
Aksi penyegelan dan pemblokiran jalan di Baktiseraga juga mendapat pengawasan dari aparat kepolisian, namun upaya negoisasi Kapolsektif Kota Singaraja, AKP. Putu Juen bersama Kabag Ops Polres Buleleng, AKP. Dewa Putu Arta dengan warga untuk membuka jalan tidak menbuahkan hasil. “Intinya kita inginkan kepastian, kalau Gusti Artana tetap ditunjuk sebagai pejabat sementara, jalan tetap kami blokir, termasuk menyegel kantor perbekel.
Pak Camat harus menyikapi dengan segera, menyelesaikan masalah ini,” tegas sejumlah warga. Berselang beberapa jam kemudian, perwakilan warga yang menghadap pemerintah tiba di lokasi pemblokiran jalan dengan membawa kabar bahwa tuntutan warga dapat dipenuhi. Sehingga warga dengan girang membuka penutup jalan dan segel di Kantor Perbekel Desa Baktiseraga.
Reporter: bbn/ctg
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun