Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Sulit Mencari Pendonor Darah Sukarela
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meskipun menjadi pendonor darah adalah tugas mulia yang sangat berarti bagi kehidupan manusia, ternyata masih sulit mencari pendonor sukarela. Demikian ditegaskan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Bali dr Gst Lanang Rudiartha saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) PMI Cabang Kota Denpasar di Aula RSU Daerah Wangaya Selasa (11/3) pagi.
Lebih jauh Lanang yang juga Dirut RSUP Sanglah ini mengemukakan pengalamannya selaku Ketua PMI Cabang Gianyar. “Dalam berbagai acara hasilnya hanya 20 – 30 kantong saja meskipun organisasi pelaksana memiliki massa besar,” jelasnya.
Diperlukan beragam kiat agar hasil donor darah bisa maksimal. Hal senada ditegaskan Ketua Pengcab PMI Kota Denpasar dr. I Made Sudhana Satrigraha didampingi Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) dr. I Gede Ngurah Budiyasa, Sp.PK. “Sebulan rata-rata hanya ada 2 – 3 kali kegiatan donor dengan hasil 20 – 30 kantong per acara,’ jelas Budiyasa.
Padahal kebutuhan darah di RSUD Wangaya mencapai 80 – 100 kantong per bulan. “Jadi sebagian terpaksa diperoleh dari donor pengganti dari kerabat pasien,’ jelas dokter murah senyum ini.
Kondisi ini menurut Lanang Rudiartha dan Sudhana Satrigraha karena masih belum meluasnya pemahaman tentang pentingnya menjadi donor darah. “Menjadi donor sama dengan melakukan cek kesehatan terkait penyakit menular lewat darah seperti sifilis, hepatitis dan HIV/AIDS dan lainnya,” jelas dokter Sudhana.
Dengan menjadi pendonor juga akan merangsang metabolisme sumsum tulang belakang bekerja lebih giat untuk menggantikan sel-sel darah yang disumbangkan. Bagi yang mempunyai masalah kelebihan berat badan (overweight) mendonorkan darah juga merupakan cara berdiet yang alami dan cepat. Dalam satu kali donor bisa mencapai 300 cc yang setara dengan ribuan kalori.
“Jika setiap 3 bulan diambil 300 cc maka terjadi pengurangan kalori yang signifikan dan alami,” jelasnya. Alasan penting lainnya adalah rasa kemanusiaan. “Setetes darah saja sangat berarti bagi kelanjutan hidup seseorang sehingga pahala dan dampak positif sangat banyak bagi pendonor,” ujar Sudhana yang juga Dirut RSUD Wangaya ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun