Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Sulit Mencari Pendonor Darah Sukarela
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meskipun menjadi pendonor darah adalah tugas mulia yang sangat berarti bagi kehidupan manusia, ternyata masih sulit mencari pendonor sukarela. Demikian ditegaskan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Bali dr Gst Lanang Rudiartha saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) PMI Cabang Kota Denpasar di Aula RSU Daerah Wangaya Selasa (11/3) pagi.
Lebih jauh Lanang yang juga Dirut RSUP Sanglah ini mengemukakan pengalamannya selaku Ketua PMI Cabang Gianyar. “Dalam berbagai acara hasilnya hanya 20 – 30 kantong saja meskipun organisasi pelaksana memiliki massa besar,” jelasnya.
Diperlukan beragam kiat agar hasil donor darah bisa maksimal. Hal senada ditegaskan Ketua Pengcab PMI Kota Denpasar dr. I Made Sudhana Satrigraha didampingi Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) dr. I Gede Ngurah Budiyasa, Sp.PK. “Sebulan rata-rata hanya ada 2 – 3 kali kegiatan donor dengan hasil 20 – 30 kantong per acara,’ jelas Budiyasa.
Padahal kebutuhan darah di RSUD Wangaya mencapai 80 – 100 kantong per bulan. “Jadi sebagian terpaksa diperoleh dari donor pengganti dari kerabat pasien,’ jelas dokter murah senyum ini.
Kondisi ini menurut Lanang Rudiartha dan Sudhana Satrigraha karena masih belum meluasnya pemahaman tentang pentingnya menjadi donor darah. “Menjadi donor sama dengan melakukan cek kesehatan terkait penyakit menular lewat darah seperti sifilis, hepatitis dan HIV/AIDS dan lainnya,” jelas dokter Sudhana.
Dengan menjadi pendonor juga akan merangsang metabolisme sumsum tulang belakang bekerja lebih giat untuk menggantikan sel-sel darah yang disumbangkan. Bagi yang mempunyai masalah kelebihan berat badan (overweight) mendonorkan darah juga merupakan cara berdiet yang alami dan cepat. Dalam satu kali donor bisa mencapai 300 cc yang setara dengan ribuan kalori.
“Jika setiap 3 bulan diambil 300 cc maka terjadi pengurangan kalori yang signifikan dan alami,” jelasnya. Alasan penting lainnya adalah rasa kemanusiaan. “Setetes darah saja sangat berarti bagi kelanjutan hidup seseorang sehingga pahala dan dampak positif sangat banyak bagi pendonor,” ujar Sudhana yang juga Dirut RSUD Wangaya ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5499 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2315 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1127 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan