Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Diteror SMS, Warga Amerika Lapor Polisi
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang warga Negara Amerika Serikat, hari ini melaporkan perbuatan tidak menyenangkan ke Mapolres Buleleng. Dalam laporannya, ia menyatakan tidak terima dengan sebuah pesan SMS berisi caci maki, yang dikirim seorang wanita, warga Dusun Sanih, Desa Kubutambahan.
Sebuah pesan singkat yang berisikan kata-kata tidak menyenangkan dan berisi ancaman akan melakukan tuntutan dikirim Aryani (26), warga Dusun Sanih Desa Kubutambahan. SMS ini, Rabu (19/3) pagi dilaporkan Enola Kaneta (37) warga Negara Amerika Serikat ke Mapolres Buleleng.
Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol Khaidar Latief mengungkapkan, polisi masih mempelajari laporan dari korban dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan. "Pada intinya, korban tidak terima dengan pesan singkat yang dikirim oleh pelaku. Kalau disimak dari pesan singkat yang dikirimkan pelaku kepada korban, motif kasus itu terkait masalah rumah tangga, dimana korban merasa suaminya direbut oleh keluarga pelaku,” ungkap Khaidar Latief.
Laporan di Mapolres Buleleng menyebutkan, pesan singkat yang dikirim Aryani kepada korban Enola Kaneta berisi caci maki. SMS tersebut menyebutkan korban tidak mempunyai sopan santun di negeri orang . Pelaku juga mengaku tidak terima dengan ulah korban hingga akan melakukan tuntutan atas tuduhan merebut suami korban. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 638 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 603 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 449 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 438 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik