Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Gaji Pegawai Medis Tidak Kunjung Turun
BERITABALI.COM, TABANAN.
Selama tiga bulan gaji para honor daerah (honda) di Puskesmas Kecamatan Tabanan dan Penebel tidak kunjung turun. Guna mendapatkan kejelasan, para tenaga medis itu pun mendatangi salah satu anggota DPRD Tabanan, IB Kade Adnyana Suryawan untuk mengadukan permasalahannya, Selasa (25/3). "Dua orang pegawai 'honda' yang bertugas di Puskesmas yang ada di Kecamatan Tabanan mendatangi saya dan meminta bantuan agar permasalahan gaji mereka selama tiga bulan yang belum cair itu bisa dicarikan solusinya," jelas Suryawan.
Mendengar keluhan para tenaga medis itu, pihaknya selaku anggota dewan akan melanjutkan aspirasi tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait. "Kita akan berusaha mencari tahu dengan pihak terkait, bagiamana sebenarnya pemasalahan ini bisa terjadi," beber Suryawan. Dia juga menyayangkan atas terlambatnya gaji para pegawai 'honda' yang belum turun hingga tiga bulan. "Kejadian ini sebenarnya tidak perlu terjadi, apalagi Tabanan telah mencanangkan program Tabanan Cerdas 2007 lalu," kritik Suryawan sembari menambahkan bagimana masyarakat mau sehat kalau petugas medisnya tidak sejahtera.
Ditegaskanya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil pihak terkait untuk berkoordinasi dan berkomunikasi agar permasalahan tersebut tidak berlanjut dan berlarut-larut. Dilain pihak Kepala Dinas Kesehatan dan KB Tabanan dr I Ketut Sumiarta M,Kes yang dihubungi terpisah membantah pernyataan tersebut. Diakuinya pembayaran gaji Honda itu tertunda selama dua bulan bukan tiga bulan. "Memang kita akui pembayaran gaji mereka tertunda dua bulan, tapi bukan tiga bulan, saat ini mereka sudah menerima semua gaji yang tertunda tersebut, 'dirapel'" ucapnya.
Terkait tertundanya pembayaran gaji itu, menurut Sumiarta lantaran waktu itu dalam perencanaan mengusulkan real cost gaji setahun itu 12 kali. Dalam perjalanannya ada petunjuk penambahan gaji ke 13 sehingga dalam perencanaan waktu itu berlum tercover, hal itu ditambah insentif bagi 'honda' setiap bulan sebesar 25 ribu. "Jadi tidak benar kalau kita lupa atau tidak menganggarkan," tegas Sumiarta. Namun semua itu kata dia saat ini sudah teratasi, dan 'honda' dapat mengambil gajinya dengan cara dirapel dua bulan tersebut. "Saat ini semuanya sudah beres, dan mereka bisa mengambil gajinya rapelan," pungkas Sumiarta.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4528 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2341 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1986 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1046 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun