Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Mampu Wujudkan Swasembada Pangan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Gubernur Bali yang terpilih dalam Pilgub Bali mendatang harus bisa bisa mewujudkan swasembada pangan bagi Bali, sehingga tidak tergantung pada daerah lain di luar Bali.
“Siapapun gubernur yang terpilih nanti, yang utama adalah Bali harus mampu mandiri dengan melakukan swasembada pangan melalui perberdayaan para petani, peternak maupun nelayan. Itu yang harus menjadi fokus utama, agar tidak tergantung terhadap daerah lain,” ungkap Gede Sukanada (43), warga Desa Kalibukbuk yang berprofesi sebagai nelayan, Jumat (11/4)
"Mewujudkan swasembada pangan tersebut, tentunya harus disesuaikan dengan kondisi dan wilayah masing-masing. Gubernur harus memiliki program dengan konsep yang jelas untuk ketahanan pangan, termasuk menjaga kawasan-kawasan yang digunakan para petani, peternak maupun nelayan, “ ujar Sukanada.
Hal senada diungkapkan, Wayan Pasek (39), seorang petani dari Desa Ambengan Kecamatan Sukasada. Namun yang menjadi harapannya harus ada program yang langsung memberikan kesejahteraan kepada petani. ”Pertama ya, petaninya yang harus diperhatikan, sehingga dapat bekerja secara maksimal,” ujarnya dengan bahasa Bali.
“Nantinya harus ada peraturan melalui perda untuk mengembalikan adanya kawasan-kawasan hijau, sehingga tanah-tanah pertanian tidak habis untuk pembangunan perumahan maupun villa,” tegas Gede Tirta (46), pemilik pengilingan padi di Desa Panji Kecamatan Sukasada.
Gede Sukanada, Wayan Pasek dan Gede Tirta yang ditemui terpisah menegaskan, bila Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih mengabaikan sektor pertanian, peternakan dan perikanan, maka Bali akan terus dan selalu tergantung dengan daerah lain dalam hal kecukupan pangan.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun