Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Lukman Nulchak Batal Jadi Orang Kaya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tersangka Lukman Nulchak, batal jadi orang kaya. Niatnya mencari untung lewat penjualan 692 butir ekstasi, gagal total. Bila tidak ditangkap polisi dan berhasil menjual ratusan butir ekstasi, dia akan memperoleh keuntungan belasan juta rupiah. Dari keterangan awalnya ke penyidik, tersangka mengaku baru kenal dengan bandar berinisial LL, di Denpasar. Bandar narkoba asal Jakarta tersebut, menawarkan tersangka untuk mengedarkan ekstasi di wilayah Denpasar dan sekitarnya.
Dia masih ingat betul, bahwa, pengiriman pertama dari bandar narkoba, sudah ludes terjual dalam waktu sebulan. Keuntungan yang diperolehnya cukup lumayan besar. Tersangka membeli sebutir ekstasi dengan harga Rp 125 ribu dan dijual ke pelanggan sebesar Rp 150 ribu. "Untuk satu butir ekstasi, dia memperoleh untung Rp 25 ribu rupiah. Pengiriman pertama sukses terjual dan masih bersisa 390 butir yang ditemukan polisi di rumah kosnya," ujar Kasubid Publikasi Humas Polda Bali AKBP Sri Harmiti. Dengan keuntungan itulah, membuat tersangka ketagihan dan minta ekstasi dikirim pada tahap kedua. Dia bernasib sial, setelah polisi memergoki aksinya mengambil titipan ekstasi yang kedua kalinya, di lokasi penitipan TIKI di Jalan Kapten Regug Denpasar, minggu lalu.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4524 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2340 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1986 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1604 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1046 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun