Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Pertahun 800 Hektar Lahan Jadi Perumahan dan Ruko
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil penelitian Fakultas Pertanian Universitas Udayana menyebutkan alih fungsi lahan di Bali tiap tahun kini mencapai 700 hingga 800 hektar pertahun. Alih fungsi lahan yang terjadi di Bali juga lebih didominasi oleh pembangunan infrastruktur terutama infrastruktur pariwisata. Peneliti Pertanian dari Universitas Udayana Prof. Dr. I Wayan Suparta pada Rabu (30/4) menyatakan akibat alih fungsi lahan produktif ini, tiap tahun Bali kehilangan produksi gabah hingga 4000 ton. ”Kalau satu hektar umpamanya bisa menghasilkan 5 ton gabah, jadi kalau bisa sampai 800 hektar itu bisa kita kalikan 5, berarti sekitar 4000 ton gabah yang kehilangan pertahun,” jelas Suparta.
Suparta berharap pemerintah daerah Bali melakukan proteksi terhadap lahan-lahan produktif penghasil pangan di Bali, jika tidak ingin nantinya Bali kekurangan pangan. Selain itu proteksi ini juga dimaksud untuk melindungi budaya Bali seperti salah satunya Subak. Apalagi akibat alih fungsi lahan Subak di Bali semakin menyempit. Suparta menegaskan Pemerintah Daerah Bali harus berani memberikan bebas pajak bagi tanah-tanah pertanian yang menjadi lahan produktif, bukan malah meningkatkan nilai pajak dengan alasan kenaikan nilai obyek pajak.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 443 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan