Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Nelayan : Nggak Naik pun Sudah Susah
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Menjelang kenaikan harga BBM jenis bensin, nelayan Kusamba sudah ketar-ketir. Mengingat hasil tangkapan dan nilai jual ikan sangat kecil. Disamping itu untuk sekali melaut dengan cara memancing sistem jigging membutuhkan modal sekitar Rp 150.000,- belum termasuk perbekalan selama melaut. “Cuaca sekarang tidak menentu, sehingga sering mengecoh para nelayan pak,” jkata Ketut Rindi (40) asal desa Kusamba, Klungkung, Jumat (16/5).
Ketut Rindi yang menyelingi pekerjaan nelayannya dengan menerima pesanan jukung menyebutkan musim pada saat ini mudah berubah. Sehingga bulan kalender tidak lagi menjadi acuan dalam melaut. “Yang masih bisa dipercaya sekarang adalah gugusan bintang dan bulan purnam atau bulan mati. “Kalau BBM jadi naik, kami pasti susah. Sekarang saja BBM belum naik, amplas, cat, dempul dan lainnya sudah naik harga,” keluhnya.
Nelayan yang sudah melaut sejak 20 tahun silam ini, dapat memastikan kenaikan BBM sudah pasti diikuti kenaikan harga bahan pokok. “Kalau harga bensin saja yang naik sih gak apa, tapi kebutuhan sehari-hari pasti melonjak tajam,” keluhnya lagi. Hanya dirinya masih bisa bersyukur, Bali masih aman-aman saja walau BBM bakal naik. Dari pantauan Beritabali.com, Jumat (16/5), saat ini nelayan Kusamba yang masih aktif melaut sekitar 90 nelayan dari 167 nelayan. Sebagian dari mereka mengalihkan pekerjaan sebagai buruh pertukangan atau menerima pesanan pembuatan perahu.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 615 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 588 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 439 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 428 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik