Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Puluhan Bebotoh 'Serbu' Mapolres Buleleng

Jumat, 16 Mei 2008, 17:21 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Puluhan bebotoh di Buleleng bersama sejumlah masyarakat lainnya, Jumat (16/5) sore ‘menyerbu’ Mapolres Buleleng setelah Jajaran Polsektif Kota Singaraja membubarkan pelaksanaan tajen (sabungan ayam) yang dikemas ‘tabuh rah’ di Kelurahan Kampung Anyar Kecamatan Buleleng. Kehadiran puluhan warga penggemar sambungan ayam di Buleleng tersebut mengejutkan sejumlah anggota polisi yang langsung menutup pintu gerbang utara Mapolres Buleleng dan melakukan blokade di pintu masuk Mapolres Buleleng bagian selatan,” kita datang kesini untuk meminta keadilan, kita hanya mencari makan bukan maling,” teriak sejumlah warga yang tertahan di depan Mapolres Buleleng.

Dari negosiasi yang dilakukan sejumlah Perwira di Jajaran Polres Buleleng, enam perwakilan masyarakat dan bebotoh diterima Kabag Ops Polres Buleleng, AKP. Dewa Putu Arta di Mapolres Buleleng, sedangkan puluhan warga tetap menunggu di depan Mapolres Buleleng hingga sempat memacetkan arus lalu lintas. "Cuma minta permakluman dari pak kapolres saja, minta keadilan lah, kalau memang tidak ada (keadilan, red) segala perjudian diberantas, kalau memang ada ya biarkan ada, itu saja hasilnya, ya tadi cuma disepakati tiga kali kalau lebih dari itu judi katanya,” ungkap Koordinator warga, Gede Arita (38).

Sementara, menyikapi keberatan warga tersebut Kabag Ops Dewa Arta mengakui adanya surat permakluman atas penyelenggaraan ‘tabuh rah’,” memang surat itu kita terima, namun pelaksanaannya hanya tiga kali setiap ada upacara, tapi ini surat permakluman meminta lima hari, ini sudah judi,” ungkapnya. Warga yang mengaku kecewa dengan tindakan polisi atas pembubaran tajen dalam ‘tabuh rah’ langsung meninggalkan Mapolres Buleleng,” padahal sudah ada surat permakluman kita mengadakan tabuh rah kok dibubarkan,” celetuk sejumlah warga sambil berlalu.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami