Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Empat Warga Patemon Dipasung 20 tahun
Petemon
BERITABALI.COM, BULELENG.
Empat warga Desa Patemon, Kecamatan Seririt yang dipasung sejak dua puluh tahun lalu diantaranya, Putu Antasa (50) warga Dusun Uma, I Gusti Ayu Diahmika (55), warga Dusun Jeroan, serta kakak beradik Kadek Pradnyan (35) dan Komang Anggreni (21), warga Dusun Pemaroan.
Wayan Musti (75) ibu kandung Putu Antasa menuturkan, anaknya telah dipasung sejak dua puluh tahun lalu, karena ditakutkan membuat keributan dan membahayakan orang.
”Ya, sejak lama sudah saya rantai karena ingin pergi saja dan biar tidak membahayakan orang lain, sudah saya bawa berobat ke Rumah Sakit Jiwa Bangli, tapi tidak sembuh,” ungkapnya.
Putu Antasa yang telah dikarunai istri dan tiga orang anak pernah bekerja sebagai penjaga sekolah di SDN 1 Patemon dan tiba-tiba saja dua puluh tahun lalu mengalami gangguan jiwa.
”Apa daya, biaya mahal sehingga saya ajak pulang. Dan biaya itu saya dapat dari meminjam di sana-sini, sampai sekarang belum lunas terbayar, “ ujar Musti.
Hal sama juga terlihat pada I Gusti Ayu Diahmika serta kakak beradik Kadek Pradnyan dan Komang Anggreni yang terlihat dipasung dengan dirantai keluarganya.
Meski dipasung, ke 4 orang yang malang ini tetap diperhatikan oleh keluarganya. (sas)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4561 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2361 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1625 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1066 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun