Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 6 Mei 2026
Kasatreskrim : Sudah Direncanakan Tapi Sulit Dibuktikan
Denpasar
Rabu, 28 Mei 2008,
19:43 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Toni Sucipto alias Toni, benar-benar telah menyiapkan rencana jahat untuk membunuh anaknya. Dia berupaya menyewa Vila Diana Bali Jalan Krisna Ulur Seminyak Kuta, untuk membuat ritual atas petunjuk seorang dukun. Tapi sayang, polisi tidak bisa membuktikan unsur pembunuhan berencana dan sodomi yang dilakukan tersangka.
Demikian dijelaskan Kasatreskrim Kompol Rendra Redita Dewayana SiK kepada wartawan, Rabu (28/5) dalam jumpa pers di Poltabes Denpasar. Perwira yang pernah mengecap jabatan Kapolsek Kuta ini memaparkan, tersangka Toni, diduga telah merencanakan ritual pembunuhan terhadap anak kandungnya, Sekar Mayang Ramadani.
Namun dari pemeriksaan penyidik Poltabes, tersangka Toni mengelak merencanakan pembunuhan terhadap anaknya. Dia mengatakan, dia menyewa Vila khusus untuk mengundang patner kerja.
“Awalnya dia bohong, tapi setelah kita selidiki mendalam, dia menyewa Vila khusus melakukan ritual atas perintah seorang dukun,†ujarnya.
Kompol Rendra menyebutkan, tersangka Toni memiliki bisnis tidak tetap. Dan hidupnya selalu terbentur masalah ekonomi. Sehingga dia mengambil jalan pintas membuat ritual membunuh anak kandungnya, guna mencari kekayaan.
Buktinya, kata mantan Kanit Judi Susila Direktorat Reskrim Polda Bali ini, setelah membunuh anaknya dengan cara ritual, kehidupannya selama pelarian berjalan mulus. Pun, kesejahteraannya selama berbulan-bulan tercukupi.
“Setelah membunuh anaknya, dia mendapat jabatan sebagai Manajer di sebuah restoran di Jember dan mengontrak rumah mewah,†urai Kompol Rendra.
Polisi menduga, tersangka Toni terlebih dahulu menyodomi anak kandungnya. Kemudian mencekik dan mencelupkan kepala korban, ke dalam bak mandi hingga tewas.
Tapi tudingan itu berseberangan dengan pengakuan tersangka Toni. Dia tidak mengaku menyodomi korban. Tapi mengaku membunuh anaknya dengan cara mencekik dan mencelupkan kepala korban ke dalam bak mandi hingga tewas. (Spy)
Demikian dijelaskan Kasatreskrim Kompol Rendra Redita Dewayana SiK kepada wartawan, Rabu (28/5) dalam jumpa pers di Poltabes Denpasar. Perwira yang pernah mengecap jabatan Kapolsek Kuta ini memaparkan, tersangka Toni, diduga telah merencanakan ritual pembunuhan terhadap anak kandungnya, Sekar Mayang Ramadani.
Namun dari pemeriksaan penyidik Poltabes, tersangka Toni mengelak merencanakan pembunuhan terhadap anaknya. Dia mengatakan, dia menyewa Vila khusus untuk mengundang patner kerja.
“Awalnya dia bohong, tapi setelah kita selidiki mendalam, dia menyewa Vila khusus melakukan ritual atas perintah seorang dukun,†ujarnya.
Kompol Rendra menyebutkan, tersangka Toni memiliki bisnis tidak tetap. Dan hidupnya selalu terbentur masalah ekonomi. Sehingga dia mengambil jalan pintas membuat ritual membunuh anak kandungnya, guna mencari kekayaan.
Buktinya, kata mantan Kanit Judi Susila Direktorat Reskrim Polda Bali ini, setelah membunuh anaknya dengan cara ritual, kehidupannya selama pelarian berjalan mulus. Pun, kesejahteraannya selama berbulan-bulan tercukupi.
“Setelah membunuh anaknya, dia mendapat jabatan sebagai Manajer di sebuah restoran di Jember dan mengontrak rumah mewah,†urai Kompol Rendra.
Polisi menduga, tersangka Toni terlebih dahulu menyodomi anak kandungnya. Kemudian mencekik dan mencelupkan kepala korban, ke dalam bak mandi hingga tewas.
Tapi tudingan itu berseberangan dengan pengakuan tersangka Toni. Dia tidak mengaku menyodomi korban. Tapi mengaku membunuh anaknya dengan cara mencekik dan mencelupkan kepala korban ke dalam bak mandi hingga tewas. (Spy)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 514 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 403 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 395 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026