Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 14 Juni 2026
Puluhan Hektar Padi Diserang Hama Tikus
Marga
Senin, 2 Juni 2008,
18:09 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Puluhan hektar padi di subak dukuh desa Marga, Tabanan diserang hama tikus. Akibatnya lahan padi seluas 45 hektar kondisinya layu, petani pun terancam gagal panen.
Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu petani setempat. Berbagai upaya telah dilakukan namun tidak berhasil.
"Upaya kami mengusir hama tikus tidak membuahkan hasil. Justru tikus semakin merajalela," jelas salah satu petani setempat Nyoman Darmayasa (45).
Dikatakannya, tikus mulai menyerang tanaman padinya sekitar seminggu lalu. Tikus-tikus itu kata dia memotong batang padi sehingga tanaman rebah dan menguning.
Sejauh ini kata dia sudah dilakukan upaya tradisional seperti berburu tikus dan mengusir "jero ketut" (tikus) secara niskala. "Kami baru mencoba secara pribadi-pribadi untuk menanggulangi hama tikus. Mungkin dalam waktu dekat akan digelar perburuan massal," terkanya.
Pihaknya juga meneruskan keluhan tersebut kepada pekaseh setempat dan diteruskan ke PPL (Petugas Penyuluh Lapang). "Sayang obat-obatan yang diberikan terbatas dan tidak mempan mengusir tikus," ujarnya.
Pantauan di lapangan, tampak tanaman padi seluas 45 hektar di Subak Dukuh rebah dan menguning akibat gigitan tikus. Beberapa petani yang dijumpai di sawah tampak linglung, sebab mereka terancam gagal panen. (nod)
Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu petani setempat. Berbagai upaya telah dilakukan namun tidak berhasil.
"Upaya kami mengusir hama tikus tidak membuahkan hasil. Justru tikus semakin merajalela," jelas salah satu petani setempat Nyoman Darmayasa (45).
Dikatakannya, tikus mulai menyerang tanaman padinya sekitar seminggu lalu. Tikus-tikus itu kata dia memotong batang padi sehingga tanaman rebah dan menguning.
Sejauh ini kata dia sudah dilakukan upaya tradisional seperti berburu tikus dan mengusir "jero ketut" (tikus) secara niskala. "Kami baru mencoba secara pribadi-pribadi untuk menanggulangi hama tikus. Mungkin dalam waktu dekat akan digelar perburuan massal," terkanya.
Pihaknya juga meneruskan keluhan tersebut kepada pekaseh setempat dan diteruskan ke PPL (Petugas Penyuluh Lapang). "Sayang obat-obatan yang diberikan terbatas dan tidak mempan mengusir tikus," ujarnya.
Pantauan di lapangan, tampak tanaman padi seluas 45 hektar di Subak Dukuh rebah dan menguning akibat gigitan tikus. Beberapa petani yang dijumpai di sawah tampak linglung, sebab mereka terancam gagal panen. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026