Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jembatan Taro Rampung, Akses Alas Pujung Kini Lebih Cepat dan Aman
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pemerintah Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, merampungkan proyek peninggian dan perbaikan jembatan penghubung antara Desa Adat Alas Pujung dengan Desa Adat Puakan. Infrastruktur tersebut kini menjadi jalur alternatif penting yang mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat aktivitas ekonomi warga.
Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2026 itu menelan anggaran sebesar Rp579.600.600. Selain memperkuat konstruksi, jembatan juga ditinggikan untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan terhadap kondisi alam.
Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, mengatakan peninggian jembatan dilakukan sekitar 2,8 meter dari pondasi awal sebagai upaya memperkuat struktur bangunan sekaligus mengantisipasi potensi bencana di masa mendatang.
"Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Selain memperkuat struktur bangunan, posisi jembatan kami tinggikan sekitar 2,8 meter dari pondasi awal guna meningkatkan ketahanan konstruksi terhadap kondisi alam serta menjamin keamanan pengguna jalan," ujar Wayan Warka.
Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi satu-satunya jalur alternatif langsung menuju wilayah Alas Pujung. Sebelum proyek selesai, warga harus memutar melalui Desa Abuan di Kabupaten Bangli, kemudian melintasi Desa Pisang sebelum kembali menuju Desa Taro.
Dengan selesainya pembangunan, waktu perjalanan masyarakat menjadi jauh lebih efisien. Jalur yang sebelumnya sempit dan memiliki medan cukup ekstrem juga telah diperlebar sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat dengan lebih aman.
"Melalui jalur alternatif ini, masyarakat bisa menghemat waktu tempuh hingga 30 menit. Selain itu, badan jalan yang sebelumnya sempit dan bermedan lumayan ekstrem kini sudah kami perlebar, sehingga kendaraan seperti mobil kini bisa berpapasan dengan lebih aman dan nyaman," jelasnya.
Selain meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, peninggian jembatan setinggi 2,8 meter juga menjadi langkah mitigasi jangka panjang agar infrastruktur lebih tahan terhadap potensi luapan air dan cuaca ekstrem yang dapat mengganggu akses masyarakat.
Keberhasilan penyelesaian proyek ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat Banjar Alas Pujung. Selama proses pembangunan hingga pengangkatan struktur jembatan, warga bergotong royong membantu teknisi di lapangan sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan desa.
Perbekel Wayan Warka menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan masyarakat yang turut mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur tersebut.
"Atas nama Pemerintah Desa Taro, saya mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada warga Banjar Alas Pujung atas semangat kebersamaan dan gotong royongnya. Harapan kami, fasilitas publik ini dapat kita jaga dan rawat bersama agar manfaatnya terasa dalam jangka panjang," pungkas Warka.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun