Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Teatro di Guarrettelle Dipentaskan di Bali
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat Italia sejak ratusan tahun lalu juga sudah mengenal kesenian sejenis wayang yang bernama teatro di guarrettelle. Nah, belum lama ini, wayang ala negeri Italia ini dipentaskan Taman Budaya, Denpasar Bali.
Pagelaran wayang ala Italia ini digelar di gedung tertutup Ksirarnawa. Pertunjukan wayang ini diawali dengan aksi monolog dalang yang bernama Pino Confessa.
Dalam pementasannya, Pino Confessa memakai dua bahasa yakni bahasa Bali dan bahasa Indonesia secara bergantian, dengan diiringi musik tradisional Italia yang dinamis.
Dengan gaya mendongeng yang cukup menghibur, sang dalang menceritakan dongeng berjudul “Pulcinella E Il Diavolo, sebuah kisah kuno Italia yang sudah berumur 1000 tahun lebih.
Dongeng yang sering diceritakan untuk anak-anak di Italia ini menceritakan tentang sayembara yang diadakan raja Bernardo III. Sayembara ini untuk mencari seorang suami bagi putri tunggalnya yang bernama Bernardina.
Dalam sayembara ini, setiap peserta diminta untuk meniup sebuah terompet kerajaan. Dari sekian ratus peserta, tidak semuanya bisa meniup terompet keramat ini. Terompet ini akhirnya berhasil dibunyikan oleh seorang ksatria bernama Pulcinella.
Aksi monolog kemudian disambung dengan pentas wayang ala Italia. Wayang yang sepintas mirip wayang golek ini dimainkan dalam sebuah Teatrino (teater kecil) berbentuk kotak kayu setinggi orang dewasa dengan lebar sekitar 1 meter.
Dalam pertunjukan wayang ini, perjuangan Ksatria Pulcinella dalam mempersunting putri Bernardina berlanjut. Meski sudah memenangkan sayembara, namun ksatria Pulcinella dihalang-halangi Perdana Menteri raja yang bernama Pantalone Jafar, seorang tukang sihir hebat yang bisa berubah menjadi aneka jenis siluman.
Lewat pertarungan yang sengit dengan berbagai jenis siluman, ksatria Pulcinella akhirnya bisa memenangkan pertarungan dan membunuh Perdana Menteri jahat.
Ksatria Pulcinella dan Putri Bernardina kemudian menikah dan memiliki beberapa orang anak, sebagai penerus kerajaan.
Pertunjukan wayang khas Italia ini mendapat sambutan antusias warga termasuk dari kalangan anak-anak. Bagi penonton yang hadir, pertunjukan ini menjadi sebuah tontonan alternatif yang cukup menghibur.
“Pertunjukan ini merupakan gabungan antara berbagai jenis seni mulai seni topeng, teater, dan juga wayang. Saya menggunakan bahasa Bali dan Indonesia agar nilai-nilai budaya Italia bisa mudah diterima penonton di Bali,†kata Pino seusai pentas. (dev)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan