Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Teatro di Guarrettelle Dipentaskan di Bali
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat Italia sejak ratusan tahun lalu juga sudah mengenal kesenian sejenis wayang yang bernama teatro di guarrettelle. Nah, belum lama ini, wayang ala negeri Italia ini dipentaskan Taman Budaya, Denpasar Bali.
Pagelaran wayang ala Italia ini digelar di gedung tertutup Ksirarnawa. Pertunjukan wayang ini diawali dengan aksi monolog dalang yang bernama Pino Confessa.
Dalam pementasannya, Pino Confessa memakai dua bahasa yakni bahasa Bali dan bahasa Indonesia secara bergantian, dengan diiringi musik tradisional Italia yang dinamis.
Dengan gaya mendongeng yang cukup menghibur, sang dalang menceritakan dongeng berjudul “Pulcinella E Il Diavolo, sebuah kisah kuno Italia yang sudah berumur 1000 tahun lebih.
Dongeng yang sering diceritakan untuk anak-anak di Italia ini menceritakan tentang sayembara yang diadakan raja Bernardo III. Sayembara ini untuk mencari seorang suami bagi putri tunggalnya yang bernama Bernardina.
Dalam sayembara ini, setiap peserta diminta untuk meniup sebuah terompet kerajaan. Dari sekian ratus peserta, tidak semuanya bisa meniup terompet keramat ini. Terompet ini akhirnya berhasil dibunyikan oleh seorang ksatria bernama Pulcinella.
Aksi monolog kemudian disambung dengan pentas wayang ala Italia. Wayang yang sepintas mirip wayang golek ini dimainkan dalam sebuah Teatrino (teater kecil) berbentuk kotak kayu setinggi orang dewasa dengan lebar sekitar 1 meter.
Dalam pertunjukan wayang ini, perjuangan Ksatria Pulcinella dalam mempersunting putri Bernardina berlanjut. Meski sudah memenangkan sayembara, namun ksatria Pulcinella dihalang-halangi Perdana Menteri raja yang bernama Pantalone Jafar, seorang tukang sihir hebat yang bisa berubah menjadi aneka jenis siluman.
Lewat pertarungan yang sengit dengan berbagai jenis siluman, ksatria Pulcinella akhirnya bisa memenangkan pertarungan dan membunuh Perdana Menteri jahat.
Ksatria Pulcinella dan Putri Bernardina kemudian menikah dan memiliki beberapa orang anak, sebagai penerus kerajaan.
Pertunjukan wayang khas Italia ini mendapat sambutan antusias warga termasuk dari kalangan anak-anak. Bagi penonton yang hadir, pertunjukan ini menjadi sebuah tontonan alternatif yang cukup menghibur.
“Pertunjukan ini merupakan gabungan antara berbagai jenis seni mulai seni topeng, teater, dan juga wayang. Saya menggunakan bahasa Bali dan Indonesia agar nilai-nilai budaya Italia bisa mudah diterima penonton di Bali,†kata Pino seusai pentas. (dev)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2523 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2016 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1944 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun