Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Teatro di Guarrettelle Dipentaskan di Bali
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Masyarakat Italia sejak ratusan tahun lalu juga sudah mengenal kesenian sejenis wayang yang bernama teatro di guarrettelle. Nah, belum lama ini, wayang ala negeri Italia ini dipentaskan Taman Budaya, Denpasar Bali.
Pagelaran wayang ala Italia ini digelar di gedung tertutup Ksirarnawa. Pertunjukan wayang ini diawali dengan aksi monolog dalang yang bernama Pino Confessa.
Dalam pementasannya, Pino Confessa memakai dua bahasa yakni bahasa Bali dan bahasa Indonesia secara bergantian, dengan diiringi musik tradisional Italia yang dinamis.
Dengan gaya mendongeng yang cukup menghibur, sang dalang menceritakan dongeng berjudul “Pulcinella E Il Diavolo, sebuah kisah kuno Italia yang sudah berumur 1000 tahun lebih.
Dongeng yang sering diceritakan untuk anak-anak di Italia ini menceritakan tentang sayembara yang diadakan raja Bernardo III. Sayembara ini untuk mencari seorang suami bagi putri tunggalnya yang bernama Bernardina.
Dalam sayembara ini, setiap peserta diminta untuk meniup sebuah terompet kerajaan. Dari sekian ratus peserta, tidak semuanya bisa meniup terompet keramat ini. Terompet ini akhirnya berhasil dibunyikan oleh seorang ksatria bernama Pulcinella.
Aksi monolog kemudian disambung dengan pentas wayang ala Italia. Wayang yang sepintas mirip wayang golek ini dimainkan dalam sebuah Teatrino (teater kecil) berbentuk kotak kayu setinggi orang dewasa dengan lebar sekitar 1 meter.
Dalam pertunjukan wayang ini, perjuangan Ksatria Pulcinella dalam mempersunting putri Bernardina berlanjut. Meski sudah memenangkan sayembara, namun ksatria Pulcinella dihalang-halangi Perdana Menteri raja yang bernama Pantalone Jafar, seorang tukang sihir hebat yang bisa berubah menjadi aneka jenis siluman.
Lewat pertarungan yang sengit dengan berbagai jenis siluman, ksatria Pulcinella akhirnya bisa memenangkan pertarungan dan membunuh Perdana Menteri jahat.
Ksatria Pulcinella dan Putri Bernardina kemudian menikah dan memiliki beberapa orang anak, sebagai penerus kerajaan.
Pertunjukan wayang khas Italia ini mendapat sambutan antusias warga termasuk dari kalangan anak-anak. Bagi penonton yang hadir, pertunjukan ini menjadi sebuah tontonan alternatif yang cukup menghibur.
“Pertunjukan ini merupakan gabungan antara berbagai jenis seni mulai seni topeng, teater, dan juga wayang. Saya menggunakan bahasa Bali dan Indonesia agar nilai-nilai budaya Italia bisa mudah diterima penonton di Bali,†kata Pino seusai pentas. (dev)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 949 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 779 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 598 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 556 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik