Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 1 November 2026
Pencoblosan di Wangaya Kelod Tegang
Dauh Puri
Rabu, 9 Juli 2008,
12:34 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pada saat pencoblosan Pikada Bali di Desa Wangaya Kelod, jalan Kartini, Denpasar, Rabu (9/7) terjadi kekisruhan, dimana warga protes panitia karena sebagian besar warga asli tidak dapat kartu pemilih dan tidak punya hak untuk memilih.
-uHampir 80% dari 800 warga asli Banjar Wangaya Kelod tidak mendapatkan kartu pemilih dalam pilgub Bali saat ini, Sedangkan warga pendatang yang jumlahnya 500 orang semuanya mendapat kartu pemilih, hal tersebut yang menjadi pemicu kekisruhan di Banjar Wangaya Kelod,- ujar seorang tokoh masyarakat Desa Wangaya Kelod, Pande Made Arnaya.
Untuk menghindari terjadinya perpecahan antar warga serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka tokoh masyarakat setempat beserta perangkat Banjar Wangaya Kelod, atas persetujuan KPUD Denpasar maka TPS 3,4,5 yang ada di lokasi dipindahkan ke Kantor Kepala Desa Dauh Puri Kaja Denpasar.
-uWarga asli banjar Wangaya Kelod yang berjumlah 800 orang tersebut pada waktu pemilihan legislatif, pilpres, pemilihan walikota bahkan pemilihan kepala desa yang lalu semua warga disini mendapatkan kartu pemilih,- papar Surya Kesuma selaku Kelian Banjar Adat wangaya Kelod, Denpasar.
Pada saat terjadi kekisruhan tersebut, pihak kepolisian dari Poltabes Denpasar menurunkan 2 kompi pasukan Dalmas untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antar warga. Hingga kini situasi di lokasi sudah berangsur kondusif. (ctg)
-uHampir 80% dari 800 warga asli Banjar Wangaya Kelod tidak mendapatkan kartu pemilih dalam pilgub Bali saat ini, Sedangkan warga pendatang yang jumlahnya 500 orang semuanya mendapat kartu pemilih, hal tersebut yang menjadi pemicu kekisruhan di Banjar Wangaya Kelod,- ujar seorang tokoh masyarakat Desa Wangaya Kelod, Pande Made Arnaya.
Untuk menghindari terjadinya perpecahan antar warga serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka tokoh masyarakat setempat beserta perangkat Banjar Wangaya Kelod, atas persetujuan KPUD Denpasar maka TPS 3,4,5 yang ada di lokasi dipindahkan ke Kantor Kepala Desa Dauh Puri Kaja Denpasar.
-uWarga asli banjar Wangaya Kelod yang berjumlah 800 orang tersebut pada waktu pemilihan legislatif, pilpres, pemilihan walikota bahkan pemilihan kepala desa yang lalu semua warga disini mendapatkan kartu pemilih,- papar Surya Kesuma selaku Kelian Banjar Adat wangaya Kelod, Denpasar.
Pada saat terjadi kekisruhan tersebut, pihak kepolisian dari Poltabes Denpasar menurunkan 2 kompi pasukan Dalmas untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antar warga. Hingga kini situasi di lokasi sudah berangsur kondusif. (ctg)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026