Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pencoblosan di Wangaya Kelod Tegang

Dauh Puri

Rabu, 9 Juli 2008, 12:34 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pada saat pencoblosan Pikada Bali di Desa Wangaya Kelod, jalan Kartini, Denpasar, Rabu (9/7) terjadi kekisruhan, dimana warga protes panitia karena sebagian besar warga asli tidak dapat kartu pemilih dan tidak punya hak untuk memilih.

“Hampir 80% dari 800 warga asli Banjar Wangaya Kelod tidak mendapatkan kartu pemilih dalam pilgub Bali saat ini, Sedangkan warga pendatang yang jumlahnya 500 orang semuanya mendapat kartu pemilih, hal tersebut yang menjadi pemicu kekisruhan di Banjar Wangaya Kelod,” ujar seorang tokoh masyarakat Desa Wangaya Kelod, Pande Made Arnaya.

Untuk menghindari terjadinya perpecahan antar warga serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka tokoh masyarakat setempat beserta perangkat Banjar Wangaya Kelod, atas persetujuan KPUD Denpasar maka TPS 3,4,5 yang ada di lokasi dipindahkan ke Kantor Kepala Desa Dauh Puri Kaja Denpasar.

“Warga asli banjar Wangaya Kelod yang berjumlah 800 orang tersebut pada waktu pemilihan legislatif, pilpres, pemilihan walikota bahkan pemilihan kepala desa yang lalu semua warga disini mendapatkan kartu pemilih,” papar Surya Kesuma selaku Kelian Banjar Adat wangaya Kelod, Denpasar.

Pada saat terjadi kekisruhan tersebut, pihak kepolisian dari Poltabes Denpasar menurunkan 2 kompi pasukan Dalmas untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antar warga. Hingga kini situasi di lokasi sudah berangsur kondusif. (ctg)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami