Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Pencoblosan di Wangaya Kelod Tegang
Dauh Puri
Rabu, 9 Juli 2008,
12:34 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pada saat pencoblosan Pikada Bali di Desa Wangaya Kelod, jalan Kartini, Denpasar, Rabu (9/7) terjadi kekisruhan, dimana warga protes panitia karena sebagian besar warga asli tidak dapat kartu pemilih dan tidak punya hak untuk memilih.
“Hampir 80% dari 800 warga asli Banjar Wangaya Kelod tidak mendapatkan kartu pemilih dalam pilgub Bali saat ini, Sedangkan warga pendatang yang jumlahnya 500 orang semuanya mendapat kartu pemilih, hal tersebut yang menjadi pemicu kekisruhan di Banjar Wangaya Kelod,†ujar seorang tokoh masyarakat Desa Wangaya Kelod, Pande Made Arnaya.
Untuk menghindari terjadinya perpecahan antar warga serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka tokoh masyarakat setempat beserta perangkat Banjar Wangaya Kelod, atas persetujuan KPUD Denpasar maka TPS 3,4,5 yang ada di lokasi dipindahkan ke Kantor Kepala Desa Dauh Puri Kaja Denpasar.
“Warga asli banjar Wangaya Kelod yang berjumlah 800 orang tersebut pada waktu pemilihan legislatif, pilpres, pemilihan walikota bahkan pemilihan kepala desa yang lalu semua warga disini mendapatkan kartu pemilih,†papar Surya Kesuma selaku Kelian Banjar Adat wangaya Kelod, Denpasar.
Pada saat terjadi kekisruhan tersebut, pihak kepolisian dari Poltabes Denpasar menurunkan 2 kompi pasukan Dalmas untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antar warga. Hingga kini situasi di lokasi sudah berangsur kondusif. (ctg)
“Hampir 80% dari 800 warga asli Banjar Wangaya Kelod tidak mendapatkan kartu pemilih dalam pilgub Bali saat ini, Sedangkan warga pendatang yang jumlahnya 500 orang semuanya mendapat kartu pemilih, hal tersebut yang menjadi pemicu kekisruhan di Banjar Wangaya Kelod,†ujar seorang tokoh masyarakat Desa Wangaya Kelod, Pande Made Arnaya.
Untuk menghindari terjadinya perpecahan antar warga serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka tokoh masyarakat setempat beserta perangkat Banjar Wangaya Kelod, atas persetujuan KPUD Denpasar maka TPS 3,4,5 yang ada di lokasi dipindahkan ke Kantor Kepala Desa Dauh Puri Kaja Denpasar.
“Warga asli banjar Wangaya Kelod yang berjumlah 800 orang tersebut pada waktu pemilihan legislatif, pilpres, pemilihan walikota bahkan pemilihan kepala desa yang lalu semua warga disini mendapatkan kartu pemilih,†papar Surya Kesuma selaku Kelian Banjar Adat wangaya Kelod, Denpasar.
Pada saat terjadi kekisruhan tersebut, pihak kepolisian dari Poltabes Denpasar menurunkan 2 kompi pasukan Dalmas untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antar warga. Hingga kini situasi di lokasi sudah berangsur kondusif. (ctg)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026