Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gendong Bayi, Buruh PT MGI Demo DPRD Bali

Renon

Kamis, 24 Juli 2008, 14:46 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ratusan buruh PT Mitra Garmen Indoraya Kuta, hari ini (24/7) menggelar aksi demo ke Gedung DPRD Bali di kawasan Renon Denpasar. Mereka memprotes ancaman pemutusan hubungan kerja(PHK) dari perusahaan tempat mereka bekerja. Sebagai bentuk protes terhadap perusahaan, beberapa buruh wanita mengajak anak mereka yang masih balita.



Aksi demo sekitar 650 lebih buruh jahit PT Mitra Garmen Indoraya ini di gelar di depan gedung DPRD Bali. Selain melakukan orasi secara bergantian, para buruh juga menggelar beberapa poster dan spanduk.

Aksi buruh ini untuk menuntut kejelasan sikap perusahaan tempat mereka Bekerja. Saat ini para buruh merasa digantung karena tidak diijinkan bekerja kembali, setelah sebelumnya melakukan aksi demo di perusahaan ini.

Dalam aksi damai ini, beberapa buruh tampak mengajak anak mereka yang masih balita. Ini merupakan salah satu bentuk protes mereka terhadap perusahaan garmen ini, yang dinilai bersikap sewenang-wenang terhadap mereka.

"Sekarang susah, satu bulan ndak kerja jadinya ndak ada penghasilan, mau beli susu sama bayar kos ndak bisa," kata seorang buruh jahit, Budiasih (34), yang mengajak anaknya Putu Dea (7 bulan)



Aksi demo ratusan buruh ini merupakan rangkaian aksi mogok kerja yang sudah berlangsung sejak satu bulan lalu. Aksi ini dilakukan untuk memprotes tindakan perusahaan yang menurunkan ongkos jahit dari Rp 10 ribu per potong menjadi Rp 3 ribu per potong.



Selain itu para buruh juga memprotes kebijakan perusahaan yang merubah status mereka dari buruh jadi (borongan) menjadi buruh sistem rolling dengan upah 90 rupiah per menit.

Meski ratusan buruh ini sudah membatalkan tuntutannya dan bersedia bekerja seperti semula, pihak perusahaan kini malah menolak untuk mempekerjakan mereka kembali.

Perusahaan milik warga negara asing ini sudah merekrut ratusan penjahit lainnya untuk mengganti para buruh yang ikut berdemo ini. (dev)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami