Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Tergusur, Walau di Daerahnya Pastiyoga Menang
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa kader PDIP yang masih aktif duduk di DPRD Jembrana justru tergusur dari daftar caleg PDIP.
Beberapa nama diantaranya I Nyoman Mas Wiadnyana, I Gede Suartama dan I Putu Budi Wihantara (Dapil Melaya), I Gede Suardana (Dapil Negara) dan I GN Yasa Negara (Dapil Mendoyo). Sedangkan nama-nama lainnya seperti I Ketut Suwimba, dan I Gst Budiarta, I Ketut Suardi menyatakan tidak mencalonkan diri.
Dari nama-nama tersebut, I Putu Budi Wihantara nasibnya paling tragis. Padahal saat Pilgub kemarin, Wihantara berhasil memenangkan jago PDIP Mangku Pastika-Puspayoga di kandangnya di Kelurahan Gilimanuk.
Saat ditemui di kantor DPRD Jembrana, Jumat (1/8) Wihantara mengatakan dirinya legowo meski harus tergusur dari perebutan kursi dewan. "Tidak masalah seandainya benar saya tidak masuk dalam daftar caleg. Sayapun tidak akan loncat pagar karena tujuan saya berpartai bukan harus menjadi anggota DPRD," ujarnya.
Namun demikian, dirinya masih mempertanyakan proses pencalegan karena dinilai tidak transparan terutama acuan yang dipakai. Menurutnya hal ini bisa menjadi embrio perpecahan di tubuh PDIP Jembrana.
"Acuannya pakai yang mana? Apakah SK 201 atau wacana yang dilontarkan DPP saat Pilgub dimana kader yang menang di kandangnya diprioritaskan menjadi caleg," tandasnya.
Lanjut, Wihantara proses pencalegan harus dilakukan tranparan dengan cara, penilaian terhadap kader yang ikut bursa caleg harus dibuka sehingga mereka tahu dimana kekurangan dan kelebihannya. "Kalau semuanya dilakukan transparan saya kira tidak ada masalah," ujarnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun