Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Tutup Jalan Dengan Pohon

Ubud

Minggu, 3 Agustus 2008, 10:32 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Kondisi perbatasan 2 dusun yakni Banjar Semana dan Ambengan di Ubud, Gianyar, Bali, yang terlibat sengketa lahan kuburan, hingga pagi ini masih tegang. Warga Dusun Semana menumbangkan pohon ke jalan sehingga mengganggu pengguna jalan, yang akan menuju Kota Denpasar.



Dari pantauan Beritabali.com di perbatasan dusun pagi ini, belasan pohon berukuran besar tampak bertumbangan di jalan utama, yang terletak di sekitar kuburan yang disengketakan. Pohon-pohon ini ditebang oleh warga Semana sekitar pukul 4 dinihari tadi.

Akibat aksi penebangan ini, arus lalu lintas warga Ambengan dan juga warga lain menuju ke Kota Denpasar terganggu. Beberapa pengendara mobil atau motor terpaksa memutar untuk mencari jalan alternatif.

Di dekat lokasi sengketa tanah kuburan, terdapat beberapa spanduk yang dibentangkan warga Semana. Sementara di jalan masuk menuju kuburan yang disengketakan terdapat bekas-bekas ban dan kayu yang dibakar tadi malam.

"Hingga kini belum ada titik temu antara kedua belah pihak yang Bersengekata. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kita akan berjaga di perbatasan kedua dusun ini," kata Kanit Patroli Polsek Ubud, Ipda Ketut Sumitra.



Warga dari dua banjar atau dusun bertetangga di wilayah Ubud, Gianyar, Bali, Sabtu malam kemarin nyaris terlibat bentrok massal. Bentrokan ini dipicu perebutan lahan kuburan yang terletak di perbatasan kedua dusun.



Selain membakar ban dan memblokir jalan ke kuburan dengan batu kapur dan kayu, warga Semana juga melakukan aksi pelemparan ke arah dusun tetangga mereka, Dusun Ambengan, dan demikian juga sebaliknya.

Suasana memanas di perbatasan dua dusun ini muncul Sabtu petang. Saat itu, warga Banjar Ambengan hendak ke kuburan yang disengketakan guna mengubur salah satu warganya yang meninggal, yang bernama I Regug.

Warga Semana kemudian melarang warga Banjar Ambengan untuk memasuki areal kuburan. Warga Banjar Semana beralasan, aksi ini dilakukan karena sebelumnya warga Ambengan juga melakukan hal yang sama terhadap warga
Semana yang meninggal dunia, dan akan dikubur di tempat ini.

Sengketa perebutan lahan kuburan antara Dusun Ambengan dan Semana sudah berlangsung sejak turun temurun. Meski sebelumnya sudah dimediasi oleh Muspida Kabupaten Gianyar, hingga kini belum ada titik temu antara 2 dusun yang bersengketa ini. (art)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami