Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Koster Dorong Akses Bandara Ngurah Rai Diperkuat agar Tak Macet
BERITABALI.COM, BADUNG.
Gubernur Bali, Wayan Koster, mendukung dan mendorong percepatan penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai guna mengantisipasi kemacetan yang berpotensi mengganggu citra pariwisata Pulau Dewata.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Discovery Kartika Plaza Hotel, Senin (15/6/2026).
Menurut Koster, penguatan aksesibilitas transportasi menjadi kebutuhan mendesak mengingat posisi strategis Bandara Ngurah Rai sebagai pintu gerbang utama wisatawan menuju Bali.
Mengawali paparannya, Gubernur Bali dua periode itu menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dalam merumuskan solusi transportasi di kawasan bandara dan sekitarnya.
Ia menilai, persoalan akses keluar masuk bandara harus menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan isu kemacetan yang selama ini menjadi sorotan. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi citra pariwisata Bali di mata wisatawan.
Selanjutnya, Gubernur Koster memaparkan besarnya peran Bandara Ngurah Rai dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian Bali.
"Pada tahun 2025, wisatawan manca negara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih," urainya.
Berdasarkan data tersebut, menurutnya penguatan aksesibilitas transportasi menuju dan dari Bandara Ngurah Rai beserta kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.
Ia berharap FGD tersebut mampu menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan di kawasan bandara, khususnya di wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar.
"Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pintanya.
Koster juga berharap seluruh pihak memberikan dukungan agar langkah-langkah yang dirumuskan dapat segera direalisasikan.
Jika tidak terdapat persoalan yang krusial, ia menginginkan hasil FGD kali ini menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa segera dikerjakan.
Dalam arahannya, Gubernur Koster turut menyinggung rencana perluasan area parkir dan terminal Bandara Ngurah Rai. Ia berharap pihak pengelola bandara segera merealisasikan rencana tersebut guna meningkatkan kapasitas pelayanan.
Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT Angkasa Pura Indonesia, Ferry Kusnowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari FGD yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, FGD kali ini bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pihak agar menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Ia menegaskan, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Ngurah Rai membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, dilakukan secara bertahap, dan melibatkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
FGD tersebut juga diisi dengan pemaparan kajian dari akademisi Universitas Udayana, Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya, yang selanjutnya mendapatkan berbagai masukan dari peserta untuk penyempurnaan kajian.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli