Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Empat Calon Tersangka Ditarget

Denpasar

Kamis, 7 Agustus 2008, 19:37 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Babak akhir penyelidikan satuan reskrim Polres Badung, pasca penyerangan I Made Sutama alias Minggik di Lapas Kerobokan. Disebutkan, ada empat calon yang segera berstatus tersangka penganiaya Minggik. Mereka berinisial DS, MM, CK dan JR.



"Ya benar, ada empat calon tersangka yang kita bidik. Keempatnya masih berstatus tahanan di LP Kerobokan. Masih kita dalami perannya masing-masing," terang Kasatreskrim Polres Badung, AKP I Made Witaya SH.

Perihal target tersebut, AKP Witaya menjelaskan, berdasarkan keterangan salah seorang saksi yang juga berstatus tahanan Lapas Kerobokan. Tanpa menyebutkan nama, dihadapan penyidik, saksi mengaku yang pertama kali melempar I Made Sutama alias Minggik, saat dibesuk Atim, istri dari Yan Ketu.
"Saksi itu kita periksa setelah berkoordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri Denpasar. Dia mengaku melempar Minggik," jelasnya.



Selain saksi tersebut, hari ini Kamis (7/8) satuan penyidik reskrim Polres Badung merencanakan akan memeriksa tiga saksi kunci yang melihat kronologis kejadian.



Yakni, saksi sipir yang saat itu sedang piket jaga. Kemudian, napi yang membersihkan ruangan besuk dan saksi karyawan kantin Lapas, yang melihat dan mendengar langsung pembicaraan di ruang besuk.

Menyoal CCTV, AKP Witaya mengklaim rekaman tidak bisa terlihat. Sebab, kapasitasnya kecil yakni 5 megabite. Walau begitu, satuan penyidik telah meminta bantuan Cyber Crime Polda Bali untuk mengecek kapasitas CCTV. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami