Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Waker Kantor LSM Kalimajari Bunuh Diri
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang penjaga gedung atau waker sebuah LSM nekat gantung diri di kamarnya. Sebelum meninggal, ia menulis surat kepada ibunya, agar senantiasa menjaga kekasihnya.
Waker yang berpikir pendek dengan memilih jalan bunuh diri ini bernama I Made Hadi Parwita. Ia tewas gantung diri Senin (01/09), di tempat kerjanya di Jalan Sedap Malam No 105 Denpasar.
Penjaga kantor atau waker Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalimajari ditemukan tewas setelah salah seorang staff LSM, Ketut Yuni Widiadnyani mendatangi kantor LSM sekitar pukul 08.45 wita.
Saksi heran karena tidak melihat korban. Padahal, setiap pagi korban sudah bangun dan sembahyang.
Saksi Yuni pun curiga, lantas naik ke lantai dua. Saat naik ke lantai tiga dan membuka pintu, Yuni terkejut.
Dia melihat korban tergantung dengan lidah terjulur keluar. Penemuan ini kemudian dilaporkan ke warga setempat.
''Saya ngeri melihatnya dan lari memanggil warga disini,''beber Yuni di lokasi.
Polsek Denpasr Timur yang melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara), menemukan surat wasiat di kamar korban. Surat itu diduga ditulis langsung oleh korban sebelum meninggal.
Isi surat tersebut berbunyi : “Meme...jagain Ernawati. Tiang lakar megedi joh (Ibu, tolong jagain pacar saya (Ernawati). Saya akan pergi jauh)''.
Lelaki asal Desa Nongan, Karangasem ini langsung dievakusi ke RS Sanglah guna di visum et revertum.
Kapolsek Denpasar Timur AKP Ariantha saat dimintai konfirmasi kemarin mengaku belum mengetahui motif bunuh diri ini.
Dugaan sementara, kata AKP Ariantha, ada dua hal yang melatarbelakangi kasus gantung diri ini yakni kesulitan ekonomi dan asmara. (spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli