Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Menderita Gizi Buruk Lantaran Sakit Jantung
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Malang benar nasib yang menimpa M. Fathoni, putra ketiga pasangan suami istri (Pasutri) Ali Nasikin (35) dan Siti Nuryani (30), warga Dusun Yeh Satang, Yeh Sumbul, Mendoyo. Bocah 20 bulan ini menderita gizi buruk lantaran penyakit jantung bawaan yang dideritanya sejak lahir.
Ditemui di rumahnya, Selasa (9/9) kondisi Fathoni sangat memprihatinkan. Tubuhnya yang lemas kurus kering hanya tinggal tulang dibalut kulit. "Saat dilahirkan kondisinya normal-normal sana, tidak berbeda dengan kakak-kakaknya,"ujar Siti Nuryani. Menurut Siti memasuki usia 5 bulan, Fathoni mengalami sesak disertai batuk dan dikira sakit asma dan dirawat di rumah sakit di Negara. Seminggu kemudian kondisinya mulai pulih lalu dibawa pulang oleh orang tuanya.
"Namun seminggu kemudian, penyakit anak saya ini
kambuh, setelah itu kondisinya kadang baik dan kadang kabuh, begitu terus sampai sekarang, kami tidak tahu apa penyakit anak saya ini"ungkapnya.
Lantaran kesulitan biaya, Nasikin ayah Fathoni, mereka hanya bisa pasrah dengan kondisi anaknya karena kesulitan biaya. "Kami hanya bisa pasrah, kami tidak mampu berobat yang tiap berobat biayanya sekitar Rp.150 ribu," ujar buruh serabutan yang penghasilannya hanya Rp 30 ribu sehari. Namun, kondisi Fathoni saat ini sudah mulai ada perubahan saatsudah memiliki kartu Jamkesmas.
"Anak saya ini sekarang sudah bisa duduk jika dipangku, dulu hanya bisa tidur dan untuk menyangga kepalanya, leher dan badanya sering sakit, kalau ingin bermain atau jalan-jalan dia harus digendong,"ujar Nasikin.
Nasikin mengetahui kalau anaknya menderita penyakit jantung bawaan dari petugas Dinas Kesehatan Pemkab Jembrana yang mengecek Fathoni beberapa hari lalu. Namun ketika dibawa ke RSU Negara, Fathoni ditolak lantaran tidak ada dokter spesialis jantung di rumah sakit tersebut.
"Katanya tidak ada dokter spesialis jantung, lalu kami dibuatkan surat rujukan ke RSUP Sanglah, namun kami tidak mampu karena kesulitan biaya,"ujarnya. Orang tua bocah malang
tersebut sangat berharap anak laki-laki satu-satunya tersebut bisa sembuh dan perkembangannya normal sehingga mereka sangat berharap uluran tanga dari donatur atau pemerintah. "Kami berharap ada batuan dari donatur atau pemerintah agar anak saya mendapat penanganan medis yang tepat,"ujar Siti
sambil meneteskan air matanya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Jembrana, I Putu Suasta, ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk mengecek kondisi Fathoni namun hasilnya belum diketahui. "Jika memang menderita gizi buruk kita akan intervensi dengan pemberian
Asupan gizi selama 3 bulan, penimbangan secara rutin serta penyuluhan,"ujarnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun