Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jalan Jurusan Denpasar-Gilimanuk Masih Retak

Negara

Jumat, 12 September 2008, 16:19 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Menjelang arus mudik, kondisi jalan negara jurusan Denpasar-Gilimanuk masih cukup membahayakan bagi para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Pasalnya di beberapa bagian jalan tersebut atau di ruas jalan di Desa Penyaringan, Mendoyo, beberapa meter di sebelah barat SPBU Penyaringan ini mengalami keretakan.

Dari pantauan Beritabali.com di lapangan Jumat (12/9), keretakan membujur pada bagian badan dari barat ke timur sepanjang 4 m dengan lebar 5 cm dan kedalamannya 5 cm. Kondisi ini sangat membahayakan bagi pengendara sepeda motor yang diperkirakan akan mendominasi arus mudik nanti lantaran ban sepeda motor relatif lebih mudah masuk ke dalam retakan tersebut.



Bukan tidak mungkin, keretakan jalan ini akan bisa menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas apalagi jika malam hari karena di sekitar lokasi tersebut nyaris tidak diterangi oleh sinar lampu penerangan jalan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jembrana, Ketut Subadi menyoroti hal ini. Subadi mengatakan kondisi ini harus mendapatkan penanganan segera karena tidak lama lagi jalan Denpasar-Gilimanuk akan dilintasi oleh ramainya para pemudik.



"Biasanya pemudik kebanyakan mengendari serpeda motor, tentunya hal ini cukup membahayakan keselamatan mereka," kata Subadi. Lanjut Subadi, selain di Penyaringan kondisi serupa juga terjadi di jalan Denpasar-Gilimanuk di Banjar Sebual, Dangintukadaya, Jembrana. "Kondisi ini harus segera ditangani kalau tidak ingin membahayakan para pengguna jalan, khususnya pemudik," ucapnya.



Di tempat terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Jembrana, Iskandar Alfan juga mengatakan hal senada. Menurutnya, jalan di Penyaringan dan Sebual mudah retak karena kondisi tanahnya masih labil. "Perbaikannya 1-2 tahun sekali namun hanya tambal sulam saja, sehingga saban tahun masalah yang sama muncul lagi," ujarnya.

Iskandar menyarankan untuk jalan raya yang kondisi tanahnya masih labil, sebaiknya dilakukan pembetonan dulu sebelum diaspal. "Dengan pembetonan jalan yang tanahnya masih labil akan bisa bertahan lama. Kalau terus ditambal sulam bisa terus rusak," pungkas Iskandar. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami