Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Praktisi Pariwisata Bali Usulkan Formula 4M Atasi Darurat Sampah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Persoalan sampah di Bali dinilai semakin mendesak dan membutuhkan penanganan yang lebih serius serta terintegrasi. Berbagai pihak mulai dari masyarakat, sektor swasta hingga pemerintah terus membahas solusi untuk mengatasi persoalan lingkungan yang dinilai berdampak terhadap citra pariwisata Pulau Dewata.
Praktisi pariwisata sekaligus tokoh masyarakat Bali, Ketut Darmayasa, menyebut Bali saat ini menghadapi kondisi darurat sampah dan menurunnya kepedulian lingkungan masyarakat.
Menurutnya, pola penanganan sampah yang dilakukan secara konvensional dan sporadis sudah tidak lagi efektif menghadapi volume sampah yang terus meningkat.
"Penyelesaian masalah sampah harus memiliki fondasi yang kuat secara manajerial," ucapnya, Kamis (14/5/2026) di Denpasar.
Sebagai solusi, Ketut Darmayasa menawarkan konsep Formula 4M yang dinilai dapat menjadi peta jalan strategis dalam pengelolaan sampah di Bali.
Konsep tersebut meliputi Money atau dukungan anggaran yang kuat dan tepat sasaran, Machinery berupa penyediaan teknologi serta alat pengolahan sampah yang memadai, Mechanism yakni tata kelola operasional yang jelas dari hulu ke hilir, serta Market dengan membangun ekosistem ekonomi sirkular agar sampah memiliki nilai ekonomis setelah diolah.
Baca juga:
Ahli Lingkungan: Bali Gagal Kelola Sampah
Selain Formula 4M, ia juga memperkenalkan konsep BESTIE yang mengintegrasikan berbagai sektor dalam upaya penanganan sampah secara berkelanjutan.
BESTIE mencakup Bottom-up Cultural Value atau penguatan nilai budaya lokal dalam menjaga lingkungan, Environmental Education melalui pendidikan lingkungan sejak dini, Technological Integration dengan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, Institutionalization yang melibatkan peran aktif pemerintah, pengusaha, akademisi, komunitas, dan media, serta Elimination of Waste yang fokus pada pengurangan sampah dari sumbernya.
Ketut Darmayasa juga menyoroti perilaku dasar masyarakat terkait kebiasaan membuang sampah yang dinilainya masih perlu dibenahi sebelum berbicara soal pemilahan sampah.
“Mari kita belajar ‘Cara Membuang Sampah’ yang benar sebelum belajar memilah. Bagaimana mau memilah kalau cara membuangnya saja masih sembarangan? Kesadaran mendasar ini yang harus kita bangun kembali,” katanya, Kamis (14/5/2026).
Ia mengingatkan para pemangku kebijakan agar tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah di hilir seperti tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga memperkuat edukasi dan dukungan pendanaan hingga tingkat desa dan individu masyarakat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2274 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan