Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Masyarakat Bingung Program Subsidi Bunga
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Program inovasi Pemkab Jembrana untuk membangkitkan usaha kecil dan menengah lewat program subsidi bunga yang sering disebut Kredit Usaha Rakyat (KUR) malah membingungkan masyarakat. Pasalnya sosialisasi yang dilakukan oleh instansi terkait belum menyentuh kepada masyarakat maupun usaha kecil dan menengah yang nantinya akan memanfaatkan kredit tersebut.
Salah satu pengurus usaha kecil dan menengah (UKM) di salah satu desa di Jembrana mengatakan pihaknya bingung dengan program tersebut karena saat akan mengajukan permohonan ke bank yang diketahuinya bekerjasama dengan Pemkab Jembrana terkait KUR ini, malah permohonannya ditolak oleh bank tersebut dengan lasan dana untuk subsidi tersebut belum cair.
"Saya sudah mencoba mengajukan permohonan lewat bank yang saya tahu bekerja sama dengan Pemkab terkait KUR ini tapi malah dikatakan belum ada tindak lanjut dari Pemkab atau belum cair," ujar pengurus UKM yang enggan menyebutkan namanya, Jumat (12/9).
Lanjut pengurus tersebut, berbagai upaya dilakukannya guna memperoleh informasi tentang KUR termasuk menanyakan ke pihak desa. "Pihak desa mengatakan program tersebut belum ada tindak lanjutnya dari Pemkab sehingga belum tahu bagaimana proses pencairannya," keluhnya.
Kepala Dinas Perindagkop Jembrana, I Made Sudantra, Jumat (12/9) membantah belum cairnya subsidi tersebut. Menurutnya ada kesalahan persepsi di masyarakat tentang program subsidi bunga ini. "Pihak Pemkab hanya mensubsidi bunga pinjaman di Bank saja dan itupun kalau sudah sesuai ketentuan yang disyaratkan oleh Pemkab, seperti contohnya mampu mempekerjakan tenaga kerja lokal," katanya.
Selanjutnya, kata Sudantra untuk membuktikan usaha tersebut layak mendapatkan subsidi bunga atau tidak, pihaknya dan pihak bank juga akan mengadakan survey. "Kita akan survey dulu usaha tersebut, hal yang sama juga akan dilakukan oleh bank yang ditunjuk Pemkab. Kalau layak baru kita subsidi," terangnya.
Lanjut Sudantra, hal tersebut dilakukan karena sering ada usaha yang curang memanfaatkan subsidi ini hanya untuk menutupi pinjaman dari bank lain. "Kita menghindari kecurangan-kecurangan tersebut," tandasnya. Terkait sosialisasi, pihaknya mengharapkan agar desa-desa melakukan sosialisasi kepada UKM maupun perseorangan agar program ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat maupun UKM yang memerlukan tambahan modal. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5399 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2283 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1070 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan