Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Pengambengan Ancam Demo

Pengambengan

Selasa, 23 September 2008, 16:25 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Limbah hasil produksi dari PT. Hosana Buana Tunggal (HBT) dikeluhkan warga Pengambengan, Negara lantaran menimbulkan bau menyengat, apalagi saat musim hujan tiba bau tersebut semakin menyengat. Bahkan warga mengancam akan melakukan demo dengan mencangkuli kubangan limbah tersebut jika permasalahan ini tidak segera diatasi.

Dari pengamatan beritabali.com di lokasi, Selasa (23/9) pabrik pengolahan tepung ikan ini membuang limbahnya di gundukan tanah kosong bekas abrasi. Akibatnya, limbah tersebut mengendap pada gundukan tanah hingga panjangnya mencapai 300 m.



Endapan limbah yang mirip rawa-rawa ini menimbulkan bau menyengat dan pemandangan yang tidak sedap, apalagi saat musim hujan tiba. Luasan endapan limbah ini merupakan akumulasi pembuangan limbah selama setahun.

Perbekel Pengambengan, H Asmuni Turyadi, Selasa (23/9) mengatakan sebenarnya pihaknya telah mengingatkan pabrik tersebut sejak awal. Lanjut Asmuni, sebelumnya pabrik tersebut memang dekat dengan bibir pantai sehingga tidak perlu membuat saluran pembuangan limbah yang panjang.



Namun ketika ada tanah timbul, pabrik bukannya membuat secara permanen saluran pembuangan limbah tersebut tapi malah membuat semacam selokan dengan menggali tanah timbul tersebut. "Kami menduga pihak pabrik tidak mampu untuk membuat saluran pembuangan permanen dengan buis sehingga meluber seperti itu dan menimbulkan dampak," kata Asmuni.



Asmuni juga mengakui dirinya menerima banyak keluhan dari warganya terkait limbah tersebut, apalagi saat musim hujan. "Kalau musim hujan tiba, hampir setiap hari kami menerima keluhan warga," tandasnya. Lanjutnya, lantaran belum juga ada reaksi dari pihak pabrik, beberapa kali warganya berniat mencangkuli kubangan yang seperti rawa-rawa tersebut.

Menurut Asmuni, seharusnya pihak-pihak yang terkait memberikan pembinaan kepada pihak pengusaha sehingga tidak membandel. "Kami berharap pihak-pihak yang terkait bisa segera turun karena beberapa kali peringatan kami tidak digubris," terangnya.

Sementara itu Manajer PT HBT yang berusaha ditemui di kantornya dikatakan oleh stafnya tidak ada di tempat. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami