Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pastika: Walikota-Bupati Jangan Ambil Kebijakan Seenaknya

Denpasar

Rabu, 24 September 2008, 12:28 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menekankan agar walikota dan bupati di Bali agar tidak mengambil kebijakan seenaknya sehingga tidak memunculkan kebijakan yang tumpang tindih. Meski ada UU Otonomi Daerah, walikota dan bupati di Bali agar tetap melakukan koordinasi dalam menjalankan kebijakan pembangunan di daerahnya masing-masing.



“Jangan karena berlindung dengan UU Otonomi Daerah, walikota dan bupati mengambil kebijakan seenaknya. Koordinasi harus tetap dilakukan supaya kebijakan yang diambil tidak tumpang tindih dalam membangun Bali yang aman, damai dan sejahtera,” pesan Mangku Pastika pada acara pelantikan Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra menjadi Walikota Denpasar, Rabu (24/9) di kantor Walikota Denpasar.

Menurut Gubernur, walikota dan bupati dalam mengeluarkan suatu kebijakan agar tidak sampai bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi. Misalnya, aturan yang dibuat di kabupaten tidak boleh berlawanan dengan yang ada di provinsi maupun di Pusat.



Seperti diketahui, Rai Mantra sebelumnya adalah wakil walikota Denpasar. Pelantikannya ini sekaligus menggantikan posisi Anak Agung Puspayoga yang lebih dulu sudah dilantik sebagai wakil gubernur Bali bersama-sama Mangku Pastika sebagai gubernur Bali periode 2008-2013. Rai mantra akan menjabat sebagai walikota sampai akhir Agustus 2010. Untuk sementara posisi wakil walikota Denpasar saat ini masih kosong.



Dalam sambutannya, Gubernur Mangku Pastika juga mengingatkan kepada Rai Mantra agar memperhatikan masalah lalu-lintas, kebersihan, dan kependudukan. Masalah lalu-lintas jalan di Denpasar perlu mendapat perhatian khusus karena jumlah kendaraan meningkat begeitu cepat sementara sarana dan prasarana jalan relatif tidak bertambah.

“Saya pikir ini penting supaya arus lalu-lintas di Denpasar tidak mengalami kemacetan. Terlebih lagi jalan yang sempit ditambah lagi dengan banyaknya kendaraan yang parkir di ruas-ruas jalan, sehingga perlu ditertibkan,” pesan mantan Kapolda Bali ini. (sss)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami