Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Partai Gerindra Protes Tim Yustisi
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penertiban sejumlah atribut partai politik seperti spanduk, baliho dan bendera serta sejumlah spanduk reklame yang dilakukan Tim Yustisi Kabupaten Buleleng, Minggu (28/9) berbuntut dengan protes dari Partai Gerindra Buleleng.
Penertiban atribut parpol yang dilakukan Tim Yustisi Kabupaten Buleleng akhir pekan lalu pada kawasan steril menuai protes dari DPC Pantai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Buleleng.
Baca juga:
NASA Bagikan Foto Jupiter Pertama JWST
Mereka protes lantaran sebuah bendera Gerindra yang berada di Jalan Cempaka Singaraja, tepatnya di sebelah barat Sekretariat KPU Buleleng juga diturunkan Tim Yustisi.
“Pembersihan sejumlah atribut parpol yang dilakukan Tim Yustisi semestinya mengacu pada aturan dan kesepakatan bersama dan tidak seenaknya saja melakukan penurunan bendera tanpa ada alasan yang jelas, seperti Bendera Gerindra yang dipasang nempel pada papan reklame di Jalan Cempaka, apa itu salah atau melanggar, baca dong aturannya,†protes Ketua DPC Partai Gerindra Buleleng Budi Hartawan.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Tim Yustisi Kabupaten Buleleng yang juga Kabag Hukum Setda Buleleng, Made Widiarta mengatakan, perbersihan sejumlah atribut yang dilakukan selalu mengacu pada aturan.
Sebelumnya, Tim Yusitisi Pemkab Buleleng mengambil sikap tegas dengan menurunkan sejumlah atribut, baliho, bendera dan spanduk reklame yang masih terpasang di 6 kawasan steril.
Penertiban dilakukan di enam titik yang ditentukan menjadi daerah steril diantaranya, Tugu Singa Ambara Raja, Patung Bima, Monumen Sapi Gerumbungan Banyuasri, Patung Hanoman, Patung Catus Pata, dan Monumen Tri Yudha Sakti Sukasada. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun