Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Taman Kering dan Sampah Jadi Sorotan Wisdom
Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Taman yang kering kerontang dan trotoar yang hancur merupakan kesan pertama yang ditemui wisatawan domestik (wisdom) yang berkunjung ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Pemandangan ini bisa dijumpai di pinggir jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Rata-rata mereka sangat menyayangkan karena hal tersebut kurang mendapatkan perhatian serius dari pihak yang berwenang.
Beberapa wisdom yang ditemui saat terjebak antrean, Minggu (5/10) mengatakan semestinya pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pintu gerbang Bali itu karena ketika orang masuk Bali dari arah barat pertama kali yang dilihat adalah Gilimanuk, begitupula dengan mereka yang akan meninggalkan Bali sehingga kesan yang didapatnya tidak jelek.
"Kenapa pemerintah tidak memprioritaskan penataan taman dan perbaikan trotoar di pintu gerbang Bali tersebut. Coba sekarang dilihat, taman pada kering dan trotoar hancur serta dan dipenuhi sampah," kata Andi, wisdom asal Lamongan.
Padahal menurutnya, Bali mengandalkan sektor pariwisata untuk mendongkrak pembangunannya sehingga hal-hal seperti ini semestinya mendapat prioritas supaya Bali sebagai tujuan utama kunjungan wisatawan lokal maupun asing tidak ternoda oleh joroknya pemandangan di pintu gerbang Bali itu.
"Bali kan mengandalkan pemasukan dari pariwsata, kenapa tidak berani menyisihkan anggarannya untuk menata Gilimanuk sebagai salah satu pintu gerbangnya," tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Wawan, wisdom asal Jakarta. Dirinya mengharapkan pemerintah maupun pihak pengelola pelabuhan memperhatikan kondisi di sepanjang jalur menuju pelabuhan. "Jangan hanya mencari keuntungan saja. Lingkungan di sekitarnya juga harus diperhatikan," ungkapnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun